oleh

Sektor Pariwisata Memiliki Peluang Besar Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi; Potensi Wisata Pesisir di Kabupaten Biak Numfor Perlu Dikembangkan

Biak Numfor, penanews.net _ Papua. Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua adalah salah satu kabupaten kepulauan di provinsi Papua dengan luas daratan sekitar 2.455 km² hingga 2.602 km², yang terdiri dari dua pulau utama, yaitu Pulau Biak dan Pulau Numfor, serta dikelilingi oleh 42 pulau kecil. Gugusan pulau-pulau kecil ini, termasuk yang berada di kawasan Kepulauan Padaido, menjadi daya tarik wisata utama.

Kabupaten Biak Numfor dikenal dengan julukan kota karang panas, namun juga dikenal dengan wilayah pesisir yang didominasi ekosistem terumbu karang dan mangrove. Salah satu data spesifik mencatat luas ekosistem mangrove di pesisir Biak Timur adalah 98,08 hektar, sementara dataran pesisir pantai utara memiliki lebar sekitar 40-60 meter.

Berdasarkan data yang diinput, Biak Numfor memiliki luas Daratan Sekitar 2.455- km2.602, dan Luas Lautan Kabupaten Sekitar 12.522. sedangkan untuk ekosistem Pesisir, Biak memiliki banyak pulau kecil, terumbu karang, dan ekosistem mangrove, seperti di wilayah Biak Timur. Kekayaan alam laut di pulau Biak menjadikan Biak Numfor merupakan salah satu lumbung perikanan utama di Papua.

Biak Numfor menawarkan kekayaan alam yang melimpah di wilayah pesisirnya. Keanekaragaman hayati laut yang melimpah menjadikan kawasan pesisir Biak Numfor sebagai destinasi yang potensial bagi pengembangan wisata pesisir. Potensi wisata pesisir yang besar di Kabupaten Biak Numfor perlu dikembangkan, karena sektor pariwisata memiliki peluang besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Bupati kabupaten Biak Numfor, (Markus Oktovianus. Mansnembra., SH., MM) pada kesempatan, Senin (27/04) di ruangan rapat Sekda, mengatakan bahwa Sektor pariwisata mempunyai nilai penting dan kontribusi yang luas, baik secara ekonomi, sosial, Budaya, maupun kewilayahan.

Secara ekonomi, sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi nyata dalam perolehan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Biak Numfor, serta menciptakan berbagai peluang kerja, mulai dari sektor perhotelan, restoran, hingga sektor informal. Secara sosial, wisata pesisir dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air serta persatuan dan kesatuan.

“Dalam konteks budaya, adanya wisata pesisir dapat memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal Kabupaten Biak Numfor. Di sisi lain pariwisata Biak Numfor secara konkret akan mendorong pembangunan infrastruktur dan fasilitas kepariwisataan serta ekonomi kreatif, sebab Pengembangan wisata pesisir akan memberikan dampak yang luas bagi kehidupan masyarakat Biak Numfor”, Ungkap Bupati Markus Mansnembra.

Meskipun memiliki potensi yang besar, pengembangan wisata pesisir di Kabupaten Biak Numfor menghadapi berbagai tantangan, jadwal penerbangan pesawat yang belum maksimal, dan infrastruktur di wilayah pesisir Kabupaten Biak Numfor yang masih terbatas, merupakan kendala besar yang tentunya menyulitkan akses bagi wisatawan, baik domistik maupun internasional.

Di sisi lain, masalah regulasi juga sering dijumpai sehingga memperlambat pertumbuhan sektor pariwisata. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan strategi yang komprehensif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan serta pendekatan yang berkelanjutan.

Foto: (kunjungan anggota DPD-RI)

Perjuangan dan harapan pemerintah kabupaten Biak Numfor dibawah kepemimpinan Bupati Markus Mansnembra dan Wakil Bupati Jimy Kapisa akhirnya membuahkan hasil nyata, demi mengembalikan kejayaan Kabupaten Biak Numfor kini mendapat dukungan kuat dari tingkat pusat.

terbukti Pada Rabu, 29 April 2026, di Gedung Negara Kabupaten Biak Numfor, telah berkunjung Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) sekaligus anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI) periode 2024–2029, Ibu Lalita, S.H., M.H., dengan komitmennya untuk; “mengawal percepatan pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan konektivitas transportasi udara dan pengembangan sektor pariwisata”.

Komitmen tersebut disampaikan usai pertemuan strategis bersama Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

Strategi pengembangan wisata pesisir di kabupaten Biak Numfor harus mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, lingkungan, serta budaya. Langkah utama yaitu berfokus pada pengelolaan sumber daya alam secara bijak, seperti mendukung konservasi lingkungan dan meminimalisir dampak negatif dari pembangunan wisata.

Pengembangan wisata pesisir di Biak Numfor juga harus sejalan dengan optimalisasi kebijakan yang telah disepakati. Perlu upaya kolaboratif antara masyarakat Adat, pelaku industri pariwisata, pemerintah, serta pihak swasta. Pemerintah dapat berperan dalam penyusunan regulasi, sementara sektor swasta dapat berinvestasi dalam pembangunan fasilitas.

Keterlibatan aktif masyarakat lokal juga sangat penting untuk mendukung kemandirian wilayah. Dengan pendekatan ini, wisata pesisir Kabupaten Biak Numfor dapat tumbuh dan berkontribusi positif bagi generasi mendatang.

Potensi pesisir pantai Kabupaten Biak Numfor menawarkan peluang besar yang tidak hanya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan banyak dampak positif. Dengan kekayaan alam dan budaya yang tersebar di wilayah pesisir kepulauan, kabupaten Biak Numfor memiliki segala yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi wisata unggulan, Namun pengembangan ini harus dilakukan secara bijak dan berkelanjutan, agar tidak merusak ekosistem dan tetap menjaga kesejahteraan masyarakat lokal.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, serta penerapan pengembangan pariwisata yang komprehensif, pesisir Kabupaten Biak Numfor dapat menjadi sumber kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

 

(Alfian L Morin).