oleh

UMKM Binaan PT Indocement di Kotabaru Mulai Berkembang, Beri Dampak Positif bagi Masyarakat

Kotabaru, penanews.net Sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk Tarjun di Kabupaten Kotabaru terus menunjukkan perkembangan. Program yang menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tersebut dinilai telah memberikan dampak positif terhadap masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Saat awak media mengunjungi Desa Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Selasa (25/8/2026), terlihat tiga UMKM binaan yang terus berkembang, yakni usaha pemerahan susu sapi, Batik Ecoprint, dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Rejo Lestari.

Ketiga kelompok usaha tersebut telah berjalan dalam kurun waktu cukup lama dan mendapatkan pembinaan serta dukungan dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Owner usaha pemerahan susu sapi, Iwanto, mengatakan kerja sama dengan PT Indocement telah berlangsung selama 12 tahun. Produk susu yang dihasilkan kemudian dipasarkan tanpa menggunakan bahan pengawet.

Dalam proses pemeliharaan, sapi diberi pakan berupa rumput dan ampas tahu. Pemerahan dilakukan setelah sapi melahirkan dengan hasil rata-rata mencapai sekitar 18 liter susu per hari jika dua ekor sapi.

Menurut Iwanto, produksi susu akan mengalami penurunan ketika sapi mulai memasuki usia tua. Umumnya, sapi dapat menjalani sekitar lima hingga enam kali masa pemerahan. Adapun kendala yang kerap dihadapi yakni kondisi cuaca dan ketersediaan pakan.

Sementara itu, anggota kelompok Batik Ecoprint, Mariana, menjelaskan bahwa produk yang mereka hasilkan memanfaatkan bahan alami berupa daun. Motif tersebut kemudian diaplikasikan pada berbagai media, mulai dari kain hingga tumbler, sehingga menghasilkan produk dengan keindahan dan ciri khas tersendiri.

Proses pembuatan membutuhkan waktu beberapa jam, tergantung jenis dan media yang digunakan.

“Daun ditempelkan ke tumbler, kemudian ditutup menggunakan plastik dan dilakban, lalu dikukus selama kurang lebih satu setengah jam,” jelasnya.

Produk Batik Ecoprint kini telah dipasarkan tidak hanya di wilayah lokal, tetapi juga ke sejumlah daerah di luar Kalimantan Selatan.

Kelompok tersebut berharap ke depan tidak hanya memproduksi kain, tetapi juga dapat mengembangkan produk berupa pakaian jadi.

Selain itu, sisa potongan kain juga dimanfaatkan menjadi produk kerajinan lain, seperti kipas tangan tradisional.

“Kalau kipas ini bisa dibuat dari sisa potongan pembuatan baju,” tuturnya.

Di sektor pengelolaan lingkungan, Ketua TPS 3R Rejo Lestari, Mashudi, mengatakan kelompoknya telah menjalin kerja sama dengan PT Indocement sejak 2021. Dukungan perusahaan, kata dia, telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan maupun kebutuhan operasional TPS 3R.

“Banyak sekali, dari hanggar ini, ada biaya operasional seperti pembelian masker, baju, sepatu dan lainnya,” ungkapnya.

Meski demikian, TPS 3R Rejo Lestari masih menghadapi kendala dalam proses pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya. Dari sekitar 2.000 kepala keluarga di Desa Tegalrejo, sekitar 30 hingga 40 persen masyarakat disebut belum menjadi anggota TPS 3R.

Mashudi berharap seluruh masyarakat Desa Tegalrejo dapat ikut menjadi anggota sehingga pelayanan pengelolaan sampah dapat menjangkau seluruh warga.

“Untuk warga, mari bersama-sama mengelola. Karena kalau sampah kita dibiarkan dan menumpuk di mana-mana, nantinya akan seperti apa. Sampah ini bukan masalah sepele menurut saya,” tegasnya.

Berbagai UMKM binaan tersebut juga telah mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan para pelaku usaha. Meski masih menghadapi sejumlah kendala, khususnya dalam hal pemasaran, para pelaku UMKM tetap optimistis usaha yang mereka jalankan dapat berkembang lebih besar.

Keberadaan UMKM binaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, mengurangi angka pengangguran, serta meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kotabaru.

Program pembinaan tersebut juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kemandirian masyarakat melalui pengembangan usaha, pemanfaatan potensi lokal, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

(Aswad)