oleh

Tebar Ilmu Al Qur’an, Pencipta Metode Yanbu’a Dakwah di Kabupaten Bogor

Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Tahfidh Yanbu’ul Qur’an KH. Arwani Amin al-Khudsi dari Kudus, Jawa Tengah datang langsung ke Pontren Nurul Qur’an di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor, Minggu 16 November 2025.

Kehadiran ulama kharismatik yang juga pencipta metode pembelajaran Yanbu’a ini guna melakukan pendidikan langsung ke ratusan santri yang ada di pontren tersebut.

Metide Yanbu’a merupakan sebuah metode pembelajaran Al-Qur’an yang dikembangkan di Pondok Pesantren Tahfidh Yanbu’ul Qur’an, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia.

Metode Yanbu’a diciptakan oleh KH. Arwani Amin, bersama ketiga putranya yaitu KH. Muhammad Ulin Nuha Arwani, KH. Ulil Albab Arwani, dan KH. M. Manshur Maskan (alm.), pada tahun 2000.

“Metode Yanbu’a ini muncul dari Pondok Tahfidz Yanbuul Qur’an di Kudus Jawa Tengah.Ditulis oleh KH. M Ulil Albab Arwani. Sekarang beliau sendiri menyampaikan materi di Pondok Nurul Qur’an Bogor,” ucap Kyai Abdul Faiz, Ketua Lajnah Muroqobah Yanbua (LMY), yang ikut mendampingi.

Ia menjelaskan, tujuan dari pengembangan metode Yanbu’a adalah untuk memudahkan pembelajaran Al-Qur’an dengan pendekatan sistematis dan terstruktur, serta dirancang untuk dapat belajar membaca Al-Qur’an dengan tartil dan benar,

Dijelaskan, metode Yanbu’a menggunakan pendekatan Sistematis dan Bertahap, Interaktif dan Praktis, menggunakan Irama (Nasyid), menggunaka Kaidah Tajwid dan Tartil dan menggunakan standar Rasm Utsmani, sesuai dengan Mushaf Al-Qur’an.

“Tujuan utama Metode Yanbu’a adalah agar dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil dan benar, memahami makna dan pesan ayat suci Al-Qur’an serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Metode Yanbu’a telah banyak digunakan di lembaga-lembaga pendidikan Islam, TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), dan pondok pesantren baik di Indonesia dan ada pula di beberapa negara lain. Metode ini diakui oleh Kementerian Agama RI sebagai salah satu metode pembelajaran Al-Qur’an yang valid.

Sesuai keterangan dari panitia kegiatan, pelatihan ini sebenarnya hanya membuka kuota untuk 300 peserta. Namun animo masyarakat sangat tinggi sehingga saat ini ada 1000 peserta memaksa ikut hadir.

Pondok Madrasah Nurul Qur’an berada di Kampung Cigihing RT 01 RW 02 Desa Cidokom Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Pengasuhnya adalah Dr. Ali Nurdin MA, ahli Qur’an Tafsir dan dosen IIQ Jakarta

Kyai Faiz menambahkan, saat ini di setiap wilayah kota atau kabupaten telah ada LMY (Lajnah Muroqobah Yanbua) semacam kepengurusan daerah yg mengawal proses penggunaan metode Yanbua.

“Kebetulan saya sampai saat ini masih diamanahi sebagai ketua LMY Pusat membawahi seluruh LMY yang tersebar di sejumlah kota dan kabupaten di Indonesia,” pungkasnya.

 

 

Boim / Fahry