Biak Numfor/ Papua, penanews net – Belum lama mengemban amanah sebagai Kepala Kampung Wadibu, Distrik Oridek, Kabupaten Biak Numfor, Arie Lemi Ansek langsung bergerak cepat menghidupkan Program Ketahanan Pangan (Ketapang). Langkah nyata ini dibuktikan melalui penyaluran alokasi Dana Desa (DD) Anggaran 2026 langsung kepada masyarakat hari ini, Rabu (22/7/2026).
Akselerasi kerja yang dilakukan Arie Ansek ini bukan tanpa alasan. Dirinya bergerak cepat demi menyukseskan program strategis Bupati Kabupaten Biak Numfor yang menekankan pada penguatan transparansi tata kelola pemerintahan dan perwujudan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sehat, yang dimulai dari level pemanfaatan anggaran kampung.
Sebagai wujud komitmen terhadap pengelolaan anggaran yang akuntabel, total dana Ketapang sebesar Rp20.000.000 dialokasikan secara terbuka. Dana tersebut didistribusikan kepada 13 penerima manfaat, dengan rincian 12 penerima perorangan yang masing-masing mendapatkan stimulan modal sebesar Rp1.500.000, serta 1 kelompok bersama yang menerima alokasi dana operasional sebesar Rp2.000.000.
Kepala Kampung Wadibu, Arie Lemi Ansek menegaskan bahwa stimulus finansial ini wajib dioptimalkan secara maksimal guna mendongkrak produktivitas sektor pertanian atau perkebunan lokal.
“Program Ketahanan Pangan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kampung dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Kami berharap bantuan ini digunakan secara bijaksana sehingga mampu meningkatkan kemandirian pangan keluarga dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Arie Ansek dalam sambutannya.
Kebijakan responsif dari kepala kampung yang baru ini mendapat sambutan hangat dari warga. D Koibur, salah satu warga penerima manfaat, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian nyata yang diberikan oleh jajaran aparat kampung.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk mengembangkan usaha kebun dan memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkebun dan meningkatkan hasil pertanian. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut agar Kampung Wadibu semakin maju dan masyarakatnya semakin mandiri secara ekonomi maupun pangan,” ungkap D Koibur.
Proses penyaluran bantuan ini sengaja dilakukan secara terbuka di hadapan seluruh masyarakat. Langkah ini diambil sebagai bukti konkret dukungan Kampung Wadibu terhadap visi Bupati Biak Numfor dalam menciptakan tata kelola keuangan yang bersih dan transparan dari tingkat bawah.
Selain program Ketapang, pada momen yang sama Pemerintah Kampung Wadibu juga menuntaskan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sebagai bentuk perlindungan sosial bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).Tidak berhenti di sektor ekonomi dan pangan, Arie Ansek juga menaruh perhatian besar pada masa depan generasi muda.
Pemerintah Kampung Wadibu mengalokasikan bantuan khusus bagi mahasiswa asal Wadibu yang sedang menempuh studi akhir dan bersiap mengikuti wisuda pada Agustus 2026 mendatang. Arie memandang keberhasilan akademik para mahasiswa tersebut merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga untuk kemajuan daerah.
“Harapan kami sebagai orang tua dan pemerintah kampung, anak-anak yang akan diwisuda dapat menjadi generasi intelektual yang kembali mengabdi untuk membangun Kampung Wadibu. Ilmu mereka harus membawa manfaat bagi masyarakat serta turut mendorong kemajuan Kabupaten Biak Numfor secara keseluruhan,” pungkasnya.
Melalui sinergi kuat antara pemerintah kampung dan masyarakat, Kampung Wadibu kini menatap arah baru menuju ruang pembangunan yang lebih mandiri, sejahtera, dan memiliki sumber daya manusia yang unggul untuk mendukung pembangunan Distrik Oridek serta Kabupaten Biak Numfor di masa mendatang.







