Biak Numfor, Penanews.net – Langkah kaki seirama dan tabuhan tifa yang bergemuruh di Lapangan Cenderawasih menjadi saksi bisu pembukaan akbar Festival Budaya Byak Melanesia (FBBM) 2026.
Acara ini resmi dibuka oleh Bupati Biak Numfor, Markus Octavianus Mansnembra, S.H., M.M., bersama Wakil Gubernur Provinsi Papua, Dr. Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng., pada Sabtu (17/10/2026).
Di bawah langit Papua, kehadiran para pimpinan daerah tersebut menghadirkan kehangatan mendalam bagi ribuan masyarakat adat yang hadir merayakan warisan leluhur mereka.
Sinergi kuat antara Pemkab Biak Numfor dan Pemprov Papua ini berhasil mengukuhkan kembali festival ini ke dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Momen pembukaan ini terasa kian bersejarah ketika jajaran Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang dipimpin Bupati Markus Octavianus Mansnembra dan Wakil Bupati Jimmy C. Kapissa menerima penyerahan dokumen penting berskala besar dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum RI Provinsi Papua. Dokumen tersebut terdiri dari:
• 38 Sertifikat Kekayaan Intelektual: Pengakuan resmi dan perlindungan hukum untuk berbagai karya budaya, seni, dan ekspresi tradisional asli masyarakat adat suku Biak.
• 3 Piagam Penghargaan Khusus: Apresiasi atas komitmen dan konsistensi Pemkab Biak Numfor dalam melindungi, melestarikan, serta mendaftarkan kekayaan intelektual komunal daerahnya.
Penyerahan ini menjadi bukti nyata pengakuan negara terhadap kekayaan adat nusantara. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Biak Numfor sebagai pusat pelestarian kebudayaan Melanesia di kancah nasional maupun internasional.
Bagi Bupati Markus Mansnembra, momen ini menjadi pembuktian atas keteguhan masyarakat adat dalam menjaga warisan budaya mereka agar tidak diklaim oleh pihak lain. “Keberhasilan ini adalah milik kita semua, hasil keringat dan gotong royong seluruh lapisan masyarakat,” ujar Markus hangat.
Senada dengan Bupati, Wakil Gubernur Provinsi Papua, Dr. Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, menyampaikan kekagumannya terhadap keteguhan hati masyarakat Biak.
“Melihat antusiasme masyarakat hari ini, hati saya bergetar penuh kebanggaan. Festival ini membuktikan bahwa modernisasi tidak mampu mengikis jati diri kita sebagai anak-anak adat Papua,” ungkap Wagub Aryoko penuh karisma.
Kebersamaan ini semakin lengkap dengan sentuhan humanis dari Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C. Kapissa. Bagi Jimmy, festival ini harus membawa dampak ekonomi yang nyata bagi rakyat kecil.
“Ketika tifa ditabuh, di situlah harapan baru berputar bagi mama-mama penjual kuliner lokal dan para perajin UMKM kita. Kita ingin festival ini membawa berkat yang nyata di meja makan setiap keluarga,” tutur Jimmy Kapissa penuh ketulusan.
Di tengah riuhnya perayaan adat, momentum kebersamaan ini juga dibalut oleh rasa nasionalisme yang menyentuh hati. Tepat di hari pembukaan ini, Bupati Markus Mansnembra menyelipkan untaian doa dari tanah Biak untuk pemimpin tertinggi bangsa.
“Lewat momentum kebersamaan Festival Budaya Byak Melanesia ini, saya bersama Wakil Gubernur Papua, Wakil Bupati, dan seluruh masyarakat Kabupaten Biak Numfor mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto yang ke-75,” ucap Bupati Markus Mansnembra.
Ucapan tersebut langsung disambut tepuk tangan riuh dari ribuan warga yang memadati lapangan.
“Semoga Bapak Presiden senantiasa dianugerahi panjang umur, kesehatan yang prima, serta kekuatan penuh dari Tuhan Yang Maha Esa untuk terus memimpin bangsa Indonesia,” tambahnya.
Visi besar kebudayaan Papua dipastikan tidak berhenti di sini. Di hadapan warga, Bupati mengumumkan rencana besar penyelenggaraan Karnaval Budaya Pasifik yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober.
Agenda internasional tersebut direncanakan bakal melibatkan negara-negara tetangga di kawasan Pasifik, seperti Papua Nugini hingga Selandia Baru, untuk memperkuat diplomasi budaya.
Melalui pameran ekonomi kreatif, kuliner khas, dan pertunjukan seni tradisional yang disuguhkan, festival ini sukses menyentuh hati setiap pengunjung.
Langkah bersama jajaran pemerintah daerah dan provinsi ini tidak hanya meninggalkan jejak sejarah pariwisata yang gemilang. Momen ini sekaligus menanamkan rasa bangga yang mendalam di dada setiap anak cucu Biak bahwa tanah mereka adalah rumah bagi budaya yang luhur dan mendunia.










