Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Akibat polusi debu dari proyek jalan yang masuk ke dalam ruang kelas SDN Jagabaya 01 Kecamatan Parungpanjang, membuat proses kegiatan belajar mengajar di sekolah itu terganggu.
Selain membuat kotor ruang kelas, polusi debu ini juga membuat sejumlah siswa dan pengajar di sekolah tersebut alami gangguan infeksi saluran pernafasan. Hal inipun dikeluhkan para murid dan guru.
Winda Nurmala Sari, seorang guru mata pelajaran (mapel) di SDN Jagabaya 01 mengungkapkan bahwa debu yang masuk ke lingkungan sekolah termasuk ke dalam ruang kelas berasal dari proyek perbaikan Jalan Raya Bunar Parungpanjang.
“Proyek perbaikan jalan belum selesai dan sekolah kami posisinya persis di pinggir jalan raya. Kami berharap pelaksanaan proyek jalan cepat dan rutin dilakukan penyiraman pagi, siang dan sore,” ujarnya.
Winda menambahkan, akibat polusi debu dari proyek jalan ini, selain membuat kotor sarana prasarana sekolah, juga membuat banyak murid mengalami sakit. Saat ini hampir di setiap rombongan belajar atau kelas selalu saja ada siswa yang sakit.
“Lumayan banyak siswa yang sakit hingga tak bisa mengikuti pelajaran. Umumnya itu batuk, radang tenggorokan. Kami berharap pelaksana proyek atau pemerintah segera memberikan perhatian serius,” tegasnya.
Pantauan di lokasi, debu dari aspal proyek rekonstruksi jalan raya yang belum selesai itu memang sangat menggangu kegiatan belajar mengajar. Meskipun para pelajar dan guru sudah menggunakan masker.
Wendi, pelajar kelas 6 SDN Jagabaya 01 mengaku alami sakit batuk akibat adanya polusi debu. Selain itu, banyaknya debu jalan membuat semua murid merasa tidak nyaman saat proses belajar di ruang kela.
“Nggak nyaman belajarnya, saya juga jadi batuk – batuk dan sesak nafas. Harapan jalan disiram biar nggak berdebu,” ucap Wendi dengan nada penuh harap.
Hingga berita ini dibuat dan ditayangkan, redaksi belum mendapatkan akses ke pihak pelaksana proyek jalan bernilai puluhan miliar rupiah untuk dilakukan konfirmasi dan tanggapannya.
Boim / Fahry







