Didesak Warga Maju Pilkades, Alfiannor Menolak: “Saya Belum Pantas”

Kotabaru, penanews.net Gelombang dukungan terhadap Alfiannor untuk maju dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) Pulau Kerayaan kian menguat. Pemuda yang dikenal aktif melayani masyarakat itu didesak oleh warga dan sejumlah tokoh desa untuk ikut dalam kontestasi periode mendatang.

Dorongan tersebut memuncak dalam sebuah pertemuan yang dihadiri puluhan warga dan tokoh masyarakat. Dalam forum itu, Alfiannor diundang secara khusus untuk mendengarkan langsung aspirasi yang menginginkannya tampil sebagai calon kepala desa.

Tak sekadar wacana, sejumlah tokoh bahkan menyatakan kesiapan mereka untuk menggalang kekuatan penuh demi memenangkan Alfiannor jika ia bersedia maju. Dukungan itu menjadi sinyal kuat bahwa sosoknya dinilai layak memimpin desa. Namun, respons Alfiannor justru di luar dugaan. Di tengah tekanan dukungan yang kian menguat, ia memilih menolak.

“Saya sangat menghargai kepercayaan ini. Tapi untuk jabatan kepala desa, saya belum pantas,” tegas Alfiannor di hadapan warga.

Ia mengakui secara kemampuan administratif dirinya mungkin mampu menjalankan roda pemerintahan. Namun, menurutnya, persoalan utama bukan pada kemampuan teknis, melainkan kelayakan moral dan posisi sosial di tengah masyarakat.

“Memimpin desa bukan sekadar soal jabatan. Kepala desa adalah sosok yang dituakan. Saya belum berada di posisi itu,” ujarnya.

Alfiannor juga menyoroti dimensi kultural yang melekat pada kepemimpinan desa. Ia mengaku tidak siap jika harus berada dalam posisi yang membuat para tokoh yang lebih tua darinya merasa sungkan, apalagi harus menunjukkan sikap hormat berlebihan.

“Saya tidak ingin ada jarak yang berubah. Mereka adalah orang tua saya. Tidak pantas jika saya justru ditempatkan di atas mereka,” katanya.

Sikap penolakan ini sekaligus menegaskan pandangannya tentang kepemimpinan desa yang tidak hanya administratif, tetapi juga moral dan sosial. Ia menilai peran kepala desa semestinya diemban oleh figur yang benar-benar matang dan layak dituakan oleh masyarakat.

Meski menolak maju dalam Pilkades, Alfiannor memastikan dirinya tidak akan mundur dari pengabdian.

“Tanpa jabatan pun, saya tetap akan melayani masyarakat seperti selama ini. Itu komitmen saya,” pungkasnya.

Keputusan ini memunculkan beragam reaksi di tengah masyarakat. Di satu sisi, penolakannya dinilai mencerminkan kerendahan hati. Namun di sisi lain, tidak sedikit yang menyayangkan langkah tersebut, mengingat kuatnya dukungan yang telah terbentuk.

(Aswad)