Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Polsek Cibungbulang, Polres Bogor, mengamankan lima siswa SMK Pelita Ciampea yang diduga hendak terlibat dalam aksi tawuran antarpelajar di wilayah Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan untuk menghindari terjadinya bentrokan yang dapat membahayakan keselamatan para pelajar maupun masyarakat sekitar.
Kelima siswa tersebut masing-masing berinisial MR, FD, LK, DA, dan AK. Mereka diamankan oleh pihak kepolisian menyusul adanya dugaan potensi tawuran antarpelajar. Namun, dugaan tersebut tetap perlu didalami lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan situasi dan peran masing-masing siswa.
Langkah pengamanan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di kalangan remaja. Tawuran antarpelajar menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan korban luka, kerusakan fasilitas umum, serta dampak sosial dan psikologis bagi para pelajar yang terlibat maupun masyarakat di sekitarnya.
Kapolsek Cibungbulang, Kompol Suyoko, S.H., menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama keluarga dan lingkungan sekolah. Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas anak di luar jam belajar perlu ditingkatkan agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko maupun tindakan yang dapat merugikan masa depan mereka.
“Peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengawasi serta membimbing anak-anak, baik ketika berada di rumah maupun di lingkungan sekolah. Anak-anak adalah generasi penerus sekaligus masa depan bangsa dan negara. Karena itu, mereka harus mendapatkan perhatian, pendidikan, dan arahan yang baik agar tidak terlibat dalam aksi tawuran atau tindakan lain yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Kompol Suyoko.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar mengisi waktu dengan kegiatan positif, menjaga pergaulan, serta menyelesaikan persoalan antarteman melalui komunikasi yang baik. Menurutnya, perbedaan pendapat atau perselisihan tidak seharusnya diselesaikan dengan kekerasan, melainkan melalui dialog dan bimbingan dari orang tua, guru, maupun pihak yang dapat memberikan solusi.
Selain itu, Kompol Suyoko mengajak pihak sekolah dan orang tua untuk memperkuat komunikasi serta meningkatkan kepedulian terhadap perubahan perilaku anak. Pengawasan yang dilakukan secara bersama-sama dinilai penting untuk mendeteksi potensi konflik sejak dini sekaligus membangun kesadaran pelajar tentang pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan keselamatan.
Polsek Cibungbulang berharap upaya pencegahan tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Kepolisian juga mengimbau para pelajar agar tidak mudah terprovokasi untuk mengikuti tawuran serta meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya indikasi bentrokan, sehingga dapat dilakukan langkah antisipasi sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Boim





