Dinilai Menghambat Aktivitas, Masyarakat Desa Sagalaherang keluhkan konstruksi jalan provinsi yang terlalu tinggi dari Jalan Desa

Subang. Penanews.net _ Jawa Barat Jalan Nangkoda dan jalan Cileungsing yang terletak pada dua desa ini dikeluhkan oleh masyarakat sekitar karena konstruksi jalan provinsi yang lebih tinggi sehingga posisi jalan desa ke arah jalan provinsi tersebut cukup menanjak dan curam

Dibenarkan oleh Andi (40) warga Kampung Nangkoda Desa Sagaherang Kaler Kecamatan Sagalaherang bahwa posisi jalan provinsi lebih tinggi dari pada jalan desa ada jarak yang cukup tinggi sekitar 30 cm, sehingga menyulitkan kendaraan baik roda dua maupun roda empat untuk melewatinya, kalo kata orang sundamah ngagasruk, ucapnya

“Posisi jalan yang cukup tinggi menyulitkan kendaraan untuk melewatinya, apalagi mobil jenis sedan itu sudah tidak bisa lewat di jalan itu dan harus memutar, jelasnya

Ditambahkannya selain menghambat mobilitas warga, jalan dengan posisi seperti ini juga berpotensi membahyakan pengguna jalan, karena selama ini tidak ada rambu peringatan, apalagi jalan tersebut sebagai akses penting menuju fasilitas publik seperti ke sekolah, kantor KUA, dimana jalan tersebut dilalui oleh masyarakat, siswa dan guru setiap harinya, tuturnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Wahyu Kasi Pemberdayaan Masyarakat Daerah (PMD) Kecamatan Sagalaherang kepada Penanews.net senin (14/07/25) bahwa konstruksi jalan provinsi yang terlalu tinggi, cukup menanjak dan curam tersebut menghambat aktivitas warga, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Desa setempat untuk melayangkan surat ke Dinas terkait agar segera mendapatkan solusinya, tuturnya.

“Kami menampung keluhan dari masyarakat, karena sempat ada pengendara yang mengalami kecelakaan juga ketika melintasi jalur tersebut dikarenakan posisi jalan yang terlalu tinggi,” Imbuhnya

Saya harap keluhan dari masyarakat terkait hal tersebut bisa ditangani secepatnya oleh dinas terkait, mengingat jalur Nangkoda tersebut sebagai akses menuju sekolah dan jalur Cilengsing sebagai akses menuju makom bersejarah, diharapkan segera diperbaiki agar tidak menghambat aktivitas warga masyarakat, tutupnya

Indri.