Biak Numfor/Papua, Penanews.net— Jalan Imam Bonjol, Kota Biak berubah menjadi panggung budaya yang penuh semangat pada Selasa (7/7/2026) kemarin. Ribuan pasang mata terpukau oleh kemeriahan Parade Yosim Pancar (Yospan) yang digelar sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) tahun ini.
Pesona Kostum TradisionalDeretan peserta dari berbagai kalangan tampil memukau dengan identitas budaya asli suku Biak yang sangat kental. Sepanjang rute jalan, penonton disuguhkan pemandangan eksotis berupa hiasan bulu burung berwarna cerah di kepala para penari. Selain itu, lukisan tubuh (body painting) bermotif etnik khas Biak dan busana rok rami alami yang dikenakan peserta semakin memperkuat aura sakral namun meriah dalam parade tersebut.
Kemeriahan parade ini turut menuai decak kagum dari generasi muda lokal. Tokoh Pemuda Adat Byak, Fanor Inggabouw, mengungkapkan rasa takjubnya setelah menyaksikan langsung kelincahan para penari di sepanjang jalur festival. Bagi Fanor, momen puncak FBMW ini menjadi pengalaman yang sangat emosional dan membanggakan.
“Saya sangat kagum melihat langsung energi dan keindahan tarian Yospan hari ini. Selama ini saya hanya bisa menyaksikan keseruan tarian ini lewat video-video di media sosial. Akhirnya, pada puncak acara Festival Biak Munara Wampasi ini, saya bisa berdiri di sini dan melihat langsung budayanya begitu hidup. Ini memicu rasa bangga yang luar biasa sebagai pemuda adat,” ujar Fanor dengan penuh semangat di sela-sela acara.
Berkaca dari kesuksesan agenda ini, Fanor menaruh harapan besar pada ajang pelestarian budaya berikutnya. Ia berharap kemeriahan tarian Yospan dapat kembali dihadirkan dan mengguncang panggung Festival Budaya Biak (FBB) yang dijadwalkan berlangsung pada minggu kedua Oktober nanti. Menurutnya, tarian ini memiliki daya tarik universal yang sangat kuat dan selalu dinantikan oleh masyarakat, termasuk dirinya sendiri.
“Saya sangat berharap pada Festival Budaya Biak bulan Oktober nanti, tarian Yospan bisa kembali meramaikan suasana. Jujur, tarian Yospan ini sangat disukai oleh saya dan juga rekan saya, Oktov. Kehadiran Yospan selalu berhasil menghidupkan suasana festival,” tambah Fanor.
Penutupan FBMW 2026 melalui parade ini sukses menegaskan komitmen masyarakat, pemuda, dan pemerintah daerah dalam melestarikan warisan leluhur. Festival tahunan ini sekaligus menjadi magnet pariwisata yang memperkuat posisi Biak sebagai salah satu pusat pelestarian budaya paling hidup di Tanah Papua.
(Fian).










