Biak Numfor Papua, penanews.net– Halaman gedung Gereja GPdI Yerusalem Baru di Kampung Anggopi, Distrik Oridek, seketika berubah menjadi lautan manusia yang penuh dengan kehangatan rohani. Di bawah langit Biak Numfor, deru angin pesisir seolah larut dalam riuhnya jabat tangan dan pelukan rindu dari sekitar 5.000 peserta pemuda yang datang dari berbagai sudut bumi Cenderawasih. Di atas tanah pelataran gereja yang menjadi saksi sejarah ini, air mata haru dan senyum sukacita berbaur menjadi satu, menandai dimulainya babak baru pendewasaan iman generasi muda Kristen.
Di tengah atmosfer yang menyentuh hati itulah, Wakil Bupati (Wabup) Biak Numfor, Jimmy CR. Kapisa secara resmi membuka kegiatan akbar Youth Camp Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) se-Tanah Papua Tahun 2026 pada hari Selasa (30/06/2026). Pukul.15:00.wit. Perhelatan rohani skala besar ini akan berlangsung selama empat hari berturut-turut hingga 3 Juli 2026.
Dalam sambutan Bupati Biak Numfor yang dibacakan langsung oleh Wabup Jimmy CR. Kapisa, Bupati menyampaikan puji dan syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memilih dan menjadikan jemaat GPdI Yerusalem Baru Anggopi sebagai tuan rumah pada acara akbar Temu Raya GPdI se-Tanah Papua ini.
Sebagai wujud nyata dukungan penuh terhadap kesuksesan pelayanan rohani tersebut, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menyerahkan sumbangan dana hibah sebesar Rp200 juta yang diserahkan secara simbolis oleh Wabup, Jimmy CR. Kapisa, untuk menunjang seluruh operasional dan fasilitas selama kegiatan akbar berlangsung.
Saat menyampaikan sambutan resminya di podium, Wabup Biak Numfor menegaskan pentingnya investasi mental bagi generasi muda melalui kegiatan positif seperti perkemahan ini.
“Pemerintah daerah melihat bahwa investasi terbaik untuk masa depan Papua bukan hanya infrastruktur fisik, melainkan pembangunan karakter manusianya. Melalui bantuan senilai dua ratus juta rupiah ini, kami berharap seluruh kebutuhan teknis adik-adik kita dapat terpenuhi dengan baik. Selamat berkompetisi secara sehat dalam iman, serap semua ilmu dari para pemateri, dan kembalilah ke daerah asal sebagai obor yang menerangi kegelapan.” Ungkap Wabup, Jimmy CR. Kapisa
Apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih mendalam langsung dilayangkan oleh Ketua Panitia Penyelenggara, Pdt. Timotius Dawir. Beliau menyampaikan bahwa perhatian dan kehadiran langsung dari jajaran pemerintah daerah merupakan suntikan semangat yang luar biasa bagi seluruh panitia dan ribuan peserta yang telah menempuh perjalanan jauh.Inilah kutipan resmi dari ungkapan syukur Pdt. Timotius Dawir.
“Kami atas nama seluruh panitia dan keluarga besar GPdI se-Tanah Papua mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor atas bantuan dana dua ratus juta rupiah ini. Dukungan ini sangat berarti bagi kami untuk memastikan lima ribu peserta yang hadir dari berbagai wilayah pelayanan dapat beribadah dan bertumbuh dengan nyaman di Kampung Anggopi ini. Kiranya Tuhan membalas semua kebaikan pemerintah daerah.” Ucap Timotius Dawir.
Kegiatan pembukaan ini berlangsung dengan sangat khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRK Biak Numfor yang ikut memberikan dukungan moral bagi pergerakan kepemudaan Kristen di wilayah tersebut. Kehadiran unsur legislatif ini mempertegas sinergitas yang kuat antara gereja dan pemerintah dalam memproteksi generasi muda dari ancaman sosial modern.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRK Biak Numfor, Daniel Rumanasem., S.T., memberikan catatan penting mengenai peran legislatif dalam mendukung pembinaan mental generasi muda Papua. Beliau menegaskan bahwa lembaga DPRK akan selalu siap mengawal kebijakan anggaran yang berorientasi pada pengembangan kapasitas pemuda di daerah.
“Kami di DPRK Biak Numfor memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Youth Camp ini. Tugas memagari generasi muda dari pengaruh negatif narkoba dan miras bukan hanya tugas pendeta atau bupati, melainkan tugas kita bersama, termasuk kami di parlemen. Kami pastikan bahwa aspirasi kepemudaan dan program kerohanian seperti ini akan terus mendapat ruang dan dukungan regulasi yang kuat di legislatif demi masa depan anak-anak kita.” Ujar Ketua DPRK Daniel Rumanasem.
Sebagai tuan rumah lokal tempat perkemahan berdiri, Gembala Jemaat GPdI Yerusalem Baru Anggopi, Pdt. Aristoteles Sombuk., S.Th., M.Th., menyampaikan rasa haru dan sukacita mendalam dari seluruh jemaat setempat. Kehadiran ribuan pemuda ini dinilai sebagai berkat rohani tersendiri bagi wilayah Anggopi.
“Kami dari jemaat GPdI Yerusalem Baru Anggopi merasa sangat terhormat dan diberkati Tuhan karena wilayah pelayanan kami dipilih menjadi pusat perjumpaan rohani pemuda se-Tanah Papua. Seluruh jemaat di sini membuka hati dan rumah mereka untuk mendukung kelancaran fasilitas peserta. Doa kami, dari Pantai Anggopi ini lahir generasi baru yang militan bagi Tuhan dan siap membangun daerah asal mereka masing-masing.” Pungkas Pdt. Aristoteles Sombuk., S.Th., M.Th.
Untuk memperkaya wawasan spiritual dan kepemimpinan para peserta, panitia menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidang keagamaan, pemerintahan, dan kepemudaan. Di antaranya adalah Pdt. Dr. Johnny Weol, M.Th. (Ketua Umum Majelis Pusat GPdI) untuk sesi pembicara KKR utama dan penguatan doktrin organisasi, serta Pdt. Dr. Samuel Tumbel (Teolog & Pembicara Youth Nasional) yang mengisi kelas seminar kepemimpinan pemuda abad-21.
Selain itu, hadir pula Perwakilan BNN (Badan Narkotika Nasional) Provinsi Papua untuk sosialisasi pencegahan narkoba dan benteng proteksi generasi muda, serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Papua yang memberikan pembekalan tentang kewirausahaan pemuda dan optimalisasi ekonomi kreatif di era digital.
Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini meliputi pembentukan karakter pemuda guna membina mentalitas, moralitas, dan integritas generasi muda Kristen berdasarkan nilai-nilai Alkitabiah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk penguatan kapasitas kepemimpinan demi menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan Papua yang bertanggung jawab, adaptif, dan berjiwa sosial tinggi.
Selain mempererat tali persaudaraan, relasi, dan jejaring pelayanan antarpemuda GPdI di seluruh pelosok Tanah Papua melalui persatuan lintas wilayah, iven ini juga dirancang sebagai benteng proteksi generasi untuk menjauhkan mereka dari dampak negatif perkembangan zaman, seperti peredaran gelap narkoba, minuman keras, dan kenakalan remaja.
Berdasarkan jadwal resmi, agenda lengkap kegiatan ini disusun secara sistematis selama empat hari. Pada Hari Ke-1 (Selasa, 30 Juni 2026), aktivitas dimulai dengan registrasi dan penempatan tenda peserta di area perkemahan Pantai Anggopi, dilanjutkan dengan upacara pembukaan resmi (Opening Ceremony) oleh Wakil Bupati Biak Numfor, serta diakhiri dengan Ibadah Raya Pembukaan (KKR Sesi I).
Pada Hari Ke-2 & Ke-3 (Rabu & Kamis, 1–2 Juli 2026), peserta akan mengikuti doa subuh bersama (Morning Chapel), kelas seminar aplikatif, pembekalan wawasan kebangsaan, workshop kepemimpinan, aktivitas outdoor, kompetisi kreativitas, seni, olahraga kebersamaan, serta ibadah KKR malam. Kegiatan akan ditutup pada Hari Ke-4 (Jumat, 3 Juli 2026) dengan agenda evaluasi kegiatan, ibadah penutupan (Closing Ceremony), perjamuan kudus bersama, serta pembongkaran tenda untuk persiapan kepulangan kontingen.
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan Panitia Pelaksana menaruh harapan besar agar output dari kegiatan ini menghasilkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, jujur, dan takut akan Tuhan. Sinergi antara pihak gereja, eksekutif, dan legislatif melalui kehadiran Ketua DPRK diharapkan dapat terus berjalan harmonis demi mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang seutuhnya dan berkelanjutan di atas Tanah Papua.
Ketika senja mulai membayang di ufuk barat Anggopi dan acara pembukaan resmi usai, atmosfer di pelataran gereja justru semakin sarat oleh keharuan. Ribuan pasang mata tampak berkaca-kaca, melambungkan doa dan ucapan syukur yang tulus atas penyertaan Tuhan yang mengizinkan mereka menginjakkan kaki di tanah Biak. Bagi ribuan manusia yang memadati halaman GPdI Yerusalem Baru hari itu, lelahnya perjalanan berhari-hari melintasi lautan dan pegunungan Papua seketika runtuh, digantikan oleh rasa syukur yang membuncah atas sebuah perjumpaan iman yang intim dan megah di bawah langit Distrik Oridek.
(Alfian L Morin/Olin).





