oleh

Guru Arip M.Pd. Ajarkan Fiqih Fathul Qorib kepada Siswa SMPI Nida El-Adabi: Bahas Thoharoh

Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Dalam upaya menanamkan pemahaman agama sejak dini, Salah satu Guru di SMPI Nida El-Adabi Arif M.Pd., atau biasa disapa Kang Arip secara rutin mengajarkan pelajaran ngaji kitab Fiqih Fathul Qorib kepada para siswa-siswi SMPI Nida El-Adabi yang beralamat di Desa Kabasiran Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor. Materi yang dibahas kali ini berfokus pada bab thoharoh (bersuci), yakni salah satu dasar penting dalam pelaksanaan ibadah bagi setiap umat Islam.

Dalam penjelasannya, Kang Arif menegaskan bahwa thoharoh merupakan kunci utama sebelum seseorang melaksanakan ibadah, khususnya shalat. Ia menjelaskan, thoharoh berarti bersih dari najis dan hadas, baik secara lahir maupun batin. “Tidak sah ibadah seseorang tanpa kesucian, sebab kebersihan adalah bagian dari iman,” tutur Kang Arif di hadapan para siswa siswi yang mengikuti kegiatan ngaji tersebut dengan penuh antusias.

Lebih lanjut, Kang Arif menguraikan bahwa thoharoh terbagi menjadi dua macam, yakni thoharoh dari najis dan thoharoh dari hadas. Thoharoh dari najis dilakukan dengan cara mencuci benda atau anggota tubuh yang terkena najis menggunakan air suci mensucikan. Sedangkan thoharoh dari hadas dilakukan melalui wudhu, mandi wajib, atau tayamum, sesuai kondisi yang dibenarkan syariat.

Sebagai contoh, Kang Arif menjelaskan praktik bersuci dalam kehidupan sehari-hari. “Ketika tangan terkena air liur anjing, maka harus dicuci sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan tanah, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah,” jelasnya. Ia juga mencontohkan tata cara wudhu yang benar sesuai urutan dalam kitab Fathul Qorib, mulai dari niat, membasuh wajah, tangan, mengusap kepala, hingga membasuh kaki dengan tertib.

Dalam sesi tersebut, Kang Arif juga membacakan hadis Rasulullah SAW yang menjadi dasar penting tentang kesucian, yakni:

> “Ath-thahuru syathrul iman.”
“Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim)

Imam Muslim yang lafaznya:

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ

Hadis ini, menurutnya, mengandung makna bahwa seorang muslim harus menjaga kebersihan tidak hanya secara fisik, tetapi juga kebersihan hati dan pikiran. “Kalau hati bersih, maka amal ibadah pun akan diterima Allah SWT,” tambahnya.

Para siswa terlihat aktif bertanya, terutama ketika Kang Arif menjelaskan tentang perbedaan hadas besar dan kecil. Ia menjawab setiap pertanyaan dengan sabar dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak usia SMP. Dengan metode pengajaran yang interaktif, suasana belajar terasa menyenangkan dan penuh makna.

Di akhir kegiatan, Kang Arif berpesan agar para siswa membiasakan hidup bersih dan menjaga wudhu setiap saat. “Mulailah dari hal kecil, seperti mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan pakaian. Itu bagian dari thoharoh juga,” ujarnya.

Melalui pembelajaran Fiqih Fathul Qorib ini, diharapkan para siswa-siswi SMPI Nida El-Adabi tidak hanya memahami teori bersuci dalam agama, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, sebagaimana pesan Kang Arif, “Kesucian adalah pintu pertama menuju ridha Allah.”

 

 

 

Boim