Kotabaru, penanews.net – Fauzan (11), warga Desa Marabatuan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, hanya bisa terbaring lemah akibat penyakit kusta yang dideritanya. Penyakit tersebut membuat harapan Fauzan untuk bersekolah dan bermain seperti anak-anak seusianya pupus seketika.
Di usianya yang masih belia, Fauzan harus menjalani hidup penuh keterbatasan. Ia kini tinggal bersama kakeknya yang lumpuh dan neneknya yang mengalami kebutaan. Sang ibu telah meninggal dunia dua tahun lalu, sementara tidak ada anggota keluarga lain yang mampu menjadi tulang punggung bagi kehidupannya.
Kondisi keluarga yang serba kekurangan membuat Fauzan tidak hanya berjuang melawan penyakit, tetapi juga menghadapi kesulitan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Padahal, keinginannya sederhana, yakni sembuh dan kembali bersekolah seperti teman-temannya.
Bidan Puskesmas Marabatuan, Masita, menyampaikan pada awak media Jumat (6/2/26), bahwa pihak puskesmas telah berupaya maksimal dalam memberikan pengobatan kepada Fauzan agar dapat sembuh. Ia mengaku secara rutin bersama petugas medis lainnya mengunjungi dan merawat Fauzan di rumahnya.
“Saya sering datang mengunjungi dan merawat Fauzan. Tidak pernah rasanya tanpa meneteskan air mata. Saya sangat kasihan melihat kondisinya, di usia seharusnya sekolah dan bermain,” ujar Masita dengan mata berkaca-kaca.

Masita menambahkan, selain menderita kusta, Fauzan juga terkendala biaya hidup karena kakek dan nenek yang merawatnya sama-sama sakit dan tidak mampu bekerja. Selama ini, bantuan datang dari warga sekitar.
Kisah Fauzan menjadi potret nyata bahwa masih ada anak-anak di daerah terpencil yang membutuhkan uluran tangan dan kepedulian bersama, agar mereka tetap memiliki harapan untuk hidup sehat dan meraih masa depan yang lebih baik.
(Aswad)





