Subang. Penanews.net _ Jawa Barat Turnamen “Minggu Ceria” yang rutin digelar oleh Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Subang telah melahirkan inisiatif komunitas yang unik dan inspiratif: Gerakan Pingpong Ibu Ibu (GPII).
“Gerakan ini merupakan bukti nyata bahwa kepedulian LAK Galuh Pakuan terhadap pembinaan olahraga, khususnya tenis meja, tidak hanya menyasar atlet junior dan senior, tetapi juga berhasil menggerakkan partisipasi aktif dari kalangan ibu-ibu di Subang,” ujar Eni Yuhaeni, Koordinator GPII Subang, Minggu 30 November 2025.
GPII, kata Eni, lahir dari antusiasme tinggi para ibu-ibu yang awalnya hanya mendampingi anak atau suami mereka bertanding, namun kemudian tertarik untuk ikut serta dalam sesi bermain pingpong yang santai dan ceria. “Semangat kebersamaan dan kegembiraan di lapangan menjadi pemicu utama terbentuknya gerakan ini,” imbuhnya.

Dampak Positif GPII:
Kesehatan dan Rekreasi: GPII menyediakan sarana rekreasi sekaligus aktivitas fisik yang efektif untuk menjaga kesehatan para anggotanya. Olahraga ringan namun menantang ini membantu meningkatkan refleks, koordinasi, dan kebugaran.
Wadah Sosial: Lebih dari sekadar olahraga, GPII berfungsi sebagai wadah silaturahmi dan pertukaran informasi, memperkuat tali persaudaraan di antara ibu-ibu dari berbagai wilayah di Subang.
Dukungan Keluarga: Keberadaan GPII juga menjadi inspirasi bagi anggota keluarga lainnya, menciptakan budaya olahraga yang positif di dalam rumah tangga.
Dengan dukungan penuh dari LAK Galuh Pakuan, Gerakan Pingpong Ibu Ibu diharapkan dapat terus berkembang, menjadi model komunitas olahraga yang inklusif, dan menunjukkan bahwa semangat meraih prestasi dan kebugaran bisa dimulai dari meja pingpong.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Galuh Pakuan yang telah memfasilitasi kegiatan Minggu Ceria hingga kami GPII bisa ikut serta,” pungkasnya.
Indri.





