Biak Numfor/Papua, penanews.net– Upacara pembukaan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 ke-XIV di Lapangan Cenderawasih, Biak, pada Rabu (1/7) kemarin menjadi momen yang sangat bersejarah karena diwarnai dengan penyerahan Sertifikat KEN dari Pemerintah Pusat kepada Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, S.H., M.M.
Hadiah ini merupakan apresiasi langsung dari pemerintah pusat atas keberhasilan sang kepala daerah dalam mempromosikan FBMW ke mata dunia, dan menjadikannya kado terindah bagi masyarakat adat di tengah meriahnya pesta budaya bahari nasional tersebut.
Kehangatan dan kebanggaan terpancar jelas saat Bupati Markus Octovianus Mansnembra, S.H., M.M., menyapa warganya. Beliau menegaskan bahwa festival yang kini kokoh dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini bukan sekadar panggung tontonan, melainkan sebuah ruang bagi jiwa dan identitas masyarakat adat.
“Festival Biak Munara Wampasi ini bukan sekadar pesta rakyat atau seremonial tahunan belaka. Ini adalah benteng pertahanan kebudayaan kita untuk merawat identitas, tradisi, dan nilai-nilai luhur leluhur suku Biak agar tidak punah ditelan zaman.” ujar Bupati Markus Octovianus Mansnembra, S.H., M.M.
dengan penuh semangat. Melalui festival ini, pemerintah merajut harapan baru agar keindahan alam dan budaya Biak mampu menghidupi masyarakatnya sendiri secara mandiri dan berkelanjutan.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi. Mari kita jadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi baru yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan di wilayah Teluk Cenderawasih,” tambahnya, seraya berterima kasih atas pendampingan konsisten dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Nadi perekonomian rakyat kecil memang menjadi jantung utama dari perhelatan ini. Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Turbey Onny Dangeubun, S.Pi., M.Si., dalam laporan emosionalnya menyampaikan bahwa festival bertajuk “Elok Alamku, Pesona Budayaku” sengaja disebar di tujuh destinasi wisata unggulan demi menyentuh langsung kehidupan masyarakat di pesisir.
“FBMW 2026 sengaja kami pusatkan di tujuh destinasi wisata unggulan. Target utama kita adalah mendongkrak arus kunjungan wisatawan mancanegara serta memperpanjang durasi tinggal (length of stay) mereka selama berada di Pulau Biak,” kata Onny
Bagi Onny, senyum para perajin dan pedagang kecil asli Papua yang menjajakan karyanya adalah tolok ukur kesuksesan festival yang sesungguhnya. Ia pun menyapa ramah para pelancong yang datang dari berbagai penjuru dunia.
“Kami ingin memastikan festival ini menjadi panggung nyata yang mengalirkan dampak ekonomi langsung ke kantong-kantong para pelaku UMKM dan perajin asli Papua. Kepada seluruh tamu undangan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik, kami ucapkan terima kasih yang mendalam. Selamat datang dan selamat menyaksikan keindahan tradisi di Kota Karang Panas ini,” pungkasnya hangat.
Sejak Pagi, Lapangan Cenderawasih telah berubah menjadi lautan kegembiraan. Getaran magis dari musik dan tarian adat dalam Parade Wor serta Suling Tambur menyemarakkan sepanjang jalan protokol, mengundang decak kagum para pelancong. Di sudut lain, pameran kuliner tradisi dan kerajinan tangan otentik Papua riuh oleh transaksi ramah, sementara eksibisi awal tradisi berjalan di atas batu karang panas yang membara, Apen Beyeren, sukses memacu adrenalin sekaligus memukau setiap pasang mata.
Kemeriahan pembukaan ini terasa semakin khidmat dengan hadirnya para tokoh penting yang duduk membaur bersama masyarakat. Tampak hadir Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Biak Numfor bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua yang datang membawa pesan hangat mewakili Gubernur Provinsi Papua. Kehadiran tim Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, jajaran Forkopimda, para tokoh adat (Kankain Karkara), tokoh agama, serta fotografer internasional pemburu keindahan bawah laut kian menegaskan dukungan kolektif bagi kebangkitan pariwisata Biak.
Pesta perayaan budaya dan pesona bahari ini akan terus memanjakan mata dan hati wisatawan hingga 7 Juli 2026 mendatang.
#FBMW2026 #FestivalBiakMunaraWampasi2026 #KarismaEventNusantara2026 #KEN2026 #WonderfulIndonesia #BiakNumfor #KotaKarangPanas #PapuaBeautiful #PesonaPapua #VisitBiak #BudayaPapua #SukuBiak #TravelTheWorld #Wanderlust2026 #ExplorePapua #DiscoverIndonesia #HiddenGemPapua #CulturalTourism #AdventureTravel #UnderwaterPhotography #ScubaDivingBiak #TravelPhotography #CultureChaser #EthnoTourism #IndonesianCulture #PapuanHeritage #SulingTambur #ApenBeyeren
(Fian/Olin).





