oleh

Kemunculan Buaya di Danau Bekas Galian Gegerkan Warga Mekarsari, Camat Beri Himbauan Penting

Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Warga Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, digegerkan dengan kemunculan seekor buaya di danau bekas galian yang berada di wilayah mereka. Kejadian ini sontak menimbulkan kekhawatiran dan keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar danau serta para pemancing yang kerap beraktivitas di lokasi tersebut.

Camat Rumpin, Icang Aliyudin, menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, kemunculan buaya di kawasan tersebut merupakan persoalan serius yang perlu ditangani bersama oleh semua pihak, termasuk unsur pemerintah dan masyarakat. “Saya mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal dekat danau atau sering memancing di sana, agar lebih berhati-hati dan selalu waspada,” ujar Icang, Rabu (23/4).

Lebih lanjut, Icang mengingatkan bahwa meskipun buaya tersebut terlihat pasif, hewan predator tersebut tetap berbahaya. Ia juga meminta kepada Kepala Desa,  para Ketua RT dan RW setempat untuk meningkatkan pengawasan dan segera melaporkan jika terdapat tanda-tanda kemunculan buaya di lokasi lain. “Namanya buaya, tetap buaya. Kita khawatir buaya itu bisa menimbulkan masalah,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Rumpin, kata Icang, akan segera melaporkan temuan ini kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar) Kabupaten Bogor untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Diharapkan, buaya tersebut dapat segera dievakuasi agar tidak menimbulkan korban atau kerugian lainnya.

Sejumlah warga yang mengetahui keberadaan buaya tersebut mengaku was-was dan memilih untuk tidak lagi mendekati area danau. “Biasanya saya mancing di situ, tapi setelah dengar ada buaya, saya langsung berhenti. Ngeri juga kalau tiba-tiba muncul,” ujar Deni, salah satu warga setempat.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti dari mana asal buaya tersebut dan bagaimana bisa sampai ke danau bekas galian tersebut. Warga menduga hewan itu berasal dari sungai terdekat yang mengalir ke area danau ketika musim hujan atau saat banjir melanda wilayah sekitar.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba menangkap atau mendekati buaya secara mandiri. “Serahkan kepada pihak berkompeten agar bisa ditangani dengan aman. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tutup Camat Icang.

 

(Boim)