Subang. Penanews.net _ Jawa Barat PT MBK Ventura melalui Regional 6 Subang-Karawang menggandeng BAZNAS RI dalam menyalurkan bantuan sarana penampungan air untuk masyarakat di Desa Sagalaherang Kidul pada Rabu (5/8/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari penyaluran zakat PT MBK Ventura sekaligus bentuk kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat, terutama menghadapi musim kemarau.
ARM Regional 6 Subang-Karawang PT MBK Ventura, Mar’atus Sholihah mengatakan, pihaknya mengajukan proposal kepada BAZNAS RI untuk pengadaan tiga unit tangki penampungan air, masing-masing berkapasitas 5.000 liter.
“Untuk kegiatan hari ini kami bersama BAZNAS RI. Kami mengajukan proposal untuk kebutuhan tiga unit tangki berkapasitas 5.000 liter. Ini menjadi salah satu penyaluran zakat PT MBK Ventura. Kebetulan Desa Sagalaherang Kidul mengajukan dan diproses, tetapi baru terealisasi sekarang,” ujar Mar’atus.
Ia menjelaskan, tangki tersebut nantinya digunakan untuk menampung air yang berasal dari sumber di wilayah atas sebelum kembali dialirkan kepada masyarakat. Keberadaan tempat penampungan dinilai semakin penting karena saat ini sudah memasuki musim kemarau.
“Air dari atas ditampung terlebih dahulu untuk kemudian dialirkan kembali kepada warga. Karena sekarang musim kemarau, tentunya sangat bermanfaat sebagai cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Program serupa, lanjut Mar’atus, sebelumnya juga pernah dilaksanakan di wilayah Regional 6 lainnya. Di Kabupaten Karawang, bantuan sarana air pernah diberikan di wilayah Cilamaya Wetan. Sedangkan program sumur bor juga pernah direalisasikan di wilayah Ciasem, Kabupaten Subang.
Dalam kegiatan tersebut, MBK Ventura mengundang sekitar 100 debitur. Selain debitur, kegiatan juga melibatkan masyarakat serta unsur pemerintahan setempat mulai dari RT, RW hingga kepala dusun. Dihadiri oleh jajaran Muspika dan Kepala Desa Kecamatan Sagalaherang, kepala KUA dan Baznas Kab. Subang.
Mar’atus mengatakan, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya MBK Ventura membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat maupun pemerintah setempat.
Selain kegiatan sosial, ia juga menjelaskan mengenai sistem pembiayaan yang dijalankan MBK Ventura. Hal tersebut sekaligus menanggapi berbagai pandangan yang berkembang di tengah masyarakat terhadap lembaga pembiayaan.
Menurut Mar’atus, MBK Ventura menjalankan kegiatan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku.

“MBK menjalankan sesuai dengan SOP. Fokus kami pada pembiayaan untuk usaha. Selain itu jg Ada pembiayaan untuk air & sanitasi, perbaikan tempat usaha, dan modal kerja individu.,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa MBK Ventura terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena itu, apabila terdapat perubahan maupun arahan terkait regulasi, perusahaan akan melakukan penyesuaian.
Mar’atus juga menyinggung mengenai berbagai anggapan terhadap MBK Ventura yang muncul di masyarakat. Menurutnya, terdapat banyak lembaga pembiayaan yang beroperasi, namun dalam sejumlah persoalan nama MBK terkadang lebih dahulu disebut.
Ia menegaskan, setiap perempuan yang hendak menjadi debitur MBK terlebih dahulu mendapatkan penjelasan dan pelatihan mengenai mekanisme pembiayaan.
“Semua ibu yang akan ikut MBK kami latih terlebih dahulu. Keputusan mengambil pembiayaan atau tidak tetap dari ibu tersebut dan melalui proses di kepala cabang. Aturannya kami sampaikan dari awal. Kalau tidak siap bisa mundur, kalau siap silakan melanjutkan,” ujarnya.
Menurutnya, transparansi menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam proses tersebut. Mulai dari perekrutan, jadwal pembayaran hingga mekanisme lainnya dijelaskan kepada calon debitur.
Bahkan, kata dia, dalam proses pengajuan terdapat persyaratan persetujuan suami bagi debitur yang telah menikah.
“Proses perekrutan semuanya transparan dan harus ada izin suami. Bahkan sekarang dilampirkan foto. Memang kami cukup disiplin, tetapi semua itu untuk kepentingan debitur dan mengikuti arahan OJK,” ungkapnya.
Sementara untuk potensi pembiayaan di Kabupaten Subang, Mar’atus menilai masih cukup baik. Mayoritas debitur MBK Ventura di Subang menjalankan usaha perdagangan dan sektor pertanian.
“Kalau debitur kebanyakan berdagang. Kalau di Subang juga banyak yang bergerak di pertanian, salah satunya petani nanas,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sagalaherang Kidul, Endang, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan MBK Ventura bersama BAZNAS RI. Menurutnya, keberadaan tangki penampungan air akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT MBK Ventura dan BAZNAS RI atas kepeduliannya kepada masyarakat Desa Sagalaherang Kidul. Bantuan ini sangat bermanfaat karena saat musim kemarau kebutuhan air bersih meningkat. Mudah-mudahan fasilitas ini dapat dijaga bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Endang.
Hal senada disampaikan perwakilan BAZNAS Kabupaten Subang, Agus Hendra. Ia mengatakan kolaborasi antara lembaga zakat dan dunia usaha menjadi salah satu langkah nyata menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi seperti ini sangat kami apresiasi. Dana zakat yang disalurkan melalui program-program sosial diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya penyediaan sarana air bersih. Semoga kerja sama antara BAZNAS dan PT MBK Ventura terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujar Agus Hendra.
Melalui kegiatan sosial dan pembiayaan tersebut, MBK Ventura berharap keberadaannya tidak hanya memberikan akses pembiayaan bagi perempuan untuk menjalankan usaha, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap kebutuhan sosial masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah, BAZNAS, dan berbagai pihak lainnya.











