Subang. Penanews.net _ Jawa Barat Memiliki jiwa kepemimpinan yang Visioner dan tangguh, mampu mencetak generasi berprestasi, sosok Nita Rosyana adalah sosok yang hadir dibalik keberhasilan SD Negri Sagalaherang IV
Nita Rosyana, S.Pd., M.M.Pd., Kepala Sekolah SDN Sagalaherang IV, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang. Ia bukan hanya pemimpin institusi pendidikan, melainkan juga penggerak perubahan, penginspirasi, dan teladan bagi seluruh warga sekolah.
Perjalanan Nita di dunia pendidikan dimulai dari perjalanan yang tak mudah. Ia mengawali karirnya sebagai guru sukwan atau tenaga honorer tanpa status tetap selama 13 tahun.
“Meski belum berstatus PNS saat itu, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak didik saya. Mengajar adalah panggilan hati bagi saya,”ungkapnya
Kerja keras dan kesabaran akhirnya berbuah manis. Pada tahun 2005, Nita resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Namun, perjuangannya tak berhenti di sana.
Ia terus mengasah diri, meningkatkan kapasitas, dan memperkuat dedikasinya pada dunia pendidikan hingga akhirnya pada tahun 2017 ia dipercaya untuk memimpin SDN Sagalaherang IV sebagai kepala sekolah.
Komitmen kuat Nita terhadap dunia pendidikan tak lepas dari latar belakang akademiknya. Ia lulus dari SPG (Sekolah Pendidikan Guru) pada 1989, melanjutkan pendidikan S1 di STKIP Siliwangi Bandung, dan kemudian menyelesaikan jenjang S2 di Sekolah Tinggi Manajemen IMNI Jakarta.
“Saya percaya, pendidikan formal menjadi fondasi penting untuk memperkuat kompetensi saya, baik di bidang pedagogik maupun manajerial,” tuturnya.
Baginya, menjadi guru adalah cita-cita masa kecil. “Sejak kecil saya sudah bercita-cita menjadi seorang guru. Saya ingin mendedikasikan diri untuk dunia pendidikan karena saya yakin pendidikan adalah pintu perubahan dan perbaikan masa depan,” tambahnya.
Melihat anak-anak tumbuh menjadi pribadi mandiri adalah sumber kebahagiaan tersendiri bagi perempuan kelahiran Subang ini.
Selama menjabat sebagai kepala sekolah sejak 2017, Nita Rosyana tidak hanya menjalankan tugas administratif semata. Ia membawa visi besar untuk membentuk sekolah yang ramah anak, menyenangkan, dan penuh semangat kolaborasi.
Prioritas utamanya adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman, membentuk karakter siswa, meningkatkan mutu guru, serta menumbuhkan budaya gotong royong.
Salah satu pendekatan inovatif yang ia terapkan adalah konsep kepemimpinan TALENTA, akronim dari Talk, Learning, Empowering, Networking, and Task. Pendekatan ini mengubah paradigma kepemimpinan sekolah menjadi lebih manusiawi, dinamis, dan kolaboratif.
“Melalui Talk, kami membangun komunikasi terbuka antarwarga sekolah. Learning menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan. Empowering berarti memberdayakan guru dan siswa untuk menggali potensi mereka. Networking untuk memperluas jejaring, serta Task memastikan pelaksanaan tugas berjalan terstruktur dan efektif,” jelasnya.
Pendekatan ini tidak hanya menumbuhkan semangat belajar di kalangan siswa, tapi juga menciptakan atmosfer kerja yang harmonis dan produktif di antara para guru serta tenaga kependidikan.
Sekolah tak lagi sekadar tempat belajar, tapi juga menjadi ekosistem pembinaan karakter, kreativitas, dan kolaborasi yang kuat.
Bagi Nita, menjadi pemimpin bukan hanya soal mengarahkan, tapi juga soal menjadi teladan. Nilai-nilai kepemimpinan yang ia pegang erat adalah keteladanan, keterbukaan, dan empati. “Saya percaya, pemimpin harus membuka ruang dialog dan memahami setiap tantangan yang dihadapi guru, siswa, maupun orang tua,” ucapnya.
Dengan pendekatan yang humanis ini, Nita berhasil membangun hubungan yang harmonis dan saling percaya dengan seluruh elemen sekolah.
Guru-guru merasa didengar dan dihargai, siswa merasa diperhatikan dan didukung, sementara orang tua pun merasa dilibatkan dalam proses pendidikan anak-anak mereka.
Menghadapi era digital yang penuh tantangan dan peluang, Nita juga menaruh perhatian serius terhadap pendidikan karakter dan literasi digital.
Ia menyadari generasi muda saat ini hidup dalam lingkungan yang sarat teknologi dan informasi. Oleh karena itu, ia berharap para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator konten yang positif.
“Saya berharap anak-anak dapat menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bijak. Mereka harus tetap menjunjung tinggi kejujuran, kerja sama, dan kepedulian sosial. Dengan begitu, mereka akan menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual,” pesannya.
Kontribusi Nita Rosyana terhadap dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Subang, menjadi inspirasi bagi banyak guru lainnya. Ia membuktikan perubahan bisa dimulai dari sekolah dasar sekalipun, asalkan ada tekad, semangat, dan kerja sama yang solid. Pendekatan kepemimpinannya telah berhasil membawa SDN Sagalaherang IV menjadi sekolah yang inklusif, adaptif, dan terus berkembang.
Dalam setiap langkahnya, Nita tak hanya berfokus pada hasil akademik semata, tapi juga pada proses pembelajaran yang manusiawi dan memerdekakan.
Ia percaya setiap anak memiliki potensi unik yang harus difasilitasi dan dikembangkan. Hal ini sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, yang menjadikan murid sebagai subjek utama dalam proses belajar.

Nita Rosyana, S.Pd.,MM Pd
KSPF SDN SASAGALAHERANG




