Papua/Oksibil, penanews.net – Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, mencetak lompatan pembangunan masif sepanjang tahun 2026. Di bawah kepemimpinan periode kedua Bupati definitif Spei Yan Bidana, ST., M.Si., daerah perbatasan RI-Papua Nugini ini sukses mengeksekusi sederet proyek pembangunan daerah hasil lobi intensif ke pemerintah pusat.
Akselerasi pembangunan ini tidak hanya mengejar target fisik, melainkan digerakkan dengan komitmen penuh memprioritaskan keterlibatan serta pemberdayaan pengusaha lokal Orang Asli Papua (OAP). Langkah tersebut diperkuat melalui percepatan program strategis daerah yang didanai oleh Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk menyentuh sektor infrastruktur, kebudayaan, hingga pendidikan.
Keterbatasan anggaran daerah disiasati Bupati Spei melalui langkah jemput bola yang intensif ke Jakarta serta optimalisasi dana Otsus. Langkah tersebut berhasil merealisasikan sejumlah infrastruktur vital, di antaranya pembangunan Jalan Pepera Oklip senilai Rp18,7 miliar guna memutus keterisolasian wilayah terpencil.
Selain itu, dialokasikan anggaran sebesar Rp14,7 miliar untuk pembangunan abutmen Jembatan Digul 2 (Tahap 1) yang membangun fondasi konektivitas penting penghubung wilayah Oksibil, Okbon, Tapa, Aip, dan Okyip demi kelancaran arus logistik antar-distrik. Akses darat utama interkoneksi menuju Kabupaten Boven Digoel juga terus dipacu melalui pembangunan Jalan Oksibil Iwur dan Trans Papua.
Di sektor fasilitas publik, Pemkab memajukan pembangunan Sport and Art Center Yosep Kotanon Yaorka di Distrik Kalomdol yang ditargetkan rampung pada Oktober 2026 untuk mendukung penyelenggaraan event olahraga serta seni daerah. Infrastruktur ini berjalan beriringan dengan pemenuhan layanan kelistrikan penuh selama 24 jam di ibu kota melalui kerja sama langsung dengan Direksi PLN Pusat.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Pegubin memanfaatkan dana Otsus untuk menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan terintegrasi dan pelestarian identitas lokal demi mendukung pembangunan SDM yang berkualitas. Langkah nyata ini diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi di Universitas Okmin Papua (UOP) sebagai sentra pencetakan SDM unggul pertama di wilayah Pegunungan Tengah.
Pemerintah daerah juga mendorong pembangunan Sekolah Terintegrasi Kukuperip berbasis Kurikulum Ap Iwol agar generasi muda memiliki daya saing tanpa kehilangan akar budayanya. Bersamaan dengan itu, dilakukan pemetaan partisipatif komunitas Ap Iwo dalam Wilayah Kebudayaan OKMEMIN demi menjaga hak-hak masyarakat adat serta kelestarian ekosistem di masa depan.
Dalam memuluskan seluruh agenda fisik dan sosial tersebut, Pemkab Pegubin menerapkan kebijakan afirmasi ketat guna memastikan kontraktor lokal OAP memimpin pengerjaan struktur di daerah sendiri. Upaya peningkatan kelas pelaku usaha kecil menjadi profesional ini didukung lewat program Pelatihan dan Sertifikasi Teknis Jasa Konstruksi yang mencakup sertifikasi keahlian pertukangan, manajemen tata kelola proyek, hingga administrasi tender digital (LPSE).
Saat dihubungi via WhatsApp pada Senin (03/08/2026) pukul 15:00 WIT, Bupati Spei Yan Bidana menegaskan visi keberpihakannya.
“Saya tidak mau pengusaha lokal OAP hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Melalui proteksi regulasi dan pembekalan sertifikasi teknis, kita pastikan isi dompet masyarakat berputar di sini. Ini proses kaderisasi nyata agar kontraktor anak daerah naik kelas dan mandiri secara ekonomi,” tegas Bupati Spei.
Lebih lanjut, Bupati Spei mengimbau seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda untuk menjaga stabilitas sosial dan menekan ego kelompok atau kecemburuan sosial. Beliau mengingatkan bahwa energi daerah harus difokuskan pada gotong royong pembangunan, bukan konflik sosial yang merugikan masa depan anak cucu.
Kebijakan proteksi dan keberpihakan ini disambut positif oleh Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) serta asosiasi kontraktor lokal setempat. Markus Kakadi, seorang pengusaha konstruksi lokal OAP, secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen besar yang ditunjukkan oleh kepala daerah melalui pesan singkat pada Senin (01/08/2026) pukul 14:00 WIT.
“Kami para pengusaha asli Papua merasa sangat dihargai dan diberdayakan di bawah kepemimpinan Bupati Spei Bidana. Selama ini kami kekurangan akses dan sertifikasi resmi, namun sekarang Pemkab tidak hanya mempercayakan proyek-proyek struktur kepada kami, tetapi juga melatih kemampuan teknis kami langsung di lapangan. Ini adalah kebijakan afirmasi nyata yang membuat kami tidak lagi menjadi penonton, melainkan pelaku utama pembangunan di tanah kelahiran kami sendiri,” ujar Markus Kakadi dengan optimis.
Apresiasi senada disampaikan oleh Elvis Trukma yang menilai kepemimpinan Bupati Spei berhasil membangun fondasi kemandirian ekonomi yang adil bagi anak daerah.
“Kebijakan proteksi dan keberpihakan dari Bapak Bupati Spei Bidana adalah angin segar yang sangat kami butuhkan. Sebagai pengusaha lokal OAP, kami melihat komitmen nyata pemerintah daerah dalam membangun fondasi kemandirian ekonomi. Melalui keterlibatan langsung di berbagai sektor, baik fisik maupun penguatan komoditas lokal, mentalitas usaha anak daerah dibentuk menjadi lebih profesional, kompetitif, dan siap bersaing di era kemajuan ini,” ungkap Elvis Trukma melalui interaksi tertulis.
Melalui perpaduan lompatan infrastruktur, afirmasi ekonomi OAP, pelestarian budaya, serta efisiensi administrasi penyerahan DPA TA 2026, Kabupaten Pegunungan Bintang kini memantapkan posisinya sebagai pelopor daerah perbatasan yang mandiri dan berdaya saing di Provinsi Papua Pegunungan.











