oleh

Upacara Hari Kartini di Rumpin, Icang Aliudin Tegaskan Peran Strategis Perempuan dan Tolak Diskriminasi

Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Pemerintah Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, menggelar upacara peringatan Hari Lahir Raden Ajeng Kartini pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di halaman kantor kecamatan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan lembaga pemerintahan setempat.

Upacara ini diikuti oleh Sekertaris Camat, para guru se-Kecamatan Rumpin, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), jajaran Polsek Rumpin, anggota Koramil 0621-19/Rumpin, para kepala desa, serta para kepala seksi dan staf Pemerintah Kecamatan Rumpin, pada tamu undangan bagi perempuan menggunakan Kebaya, Laki-laki berpakaian Batik dan Baju Korpri. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan sinergi dan komitmen bersama dalam menghargai jasa pahlawan perempuan Indonesia.

Bertindak sebagai pembina upacara, Camat Rumpin Icang Aliudin menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya peringatan Hari Kartini sebagai refleksi atas perjuangan perempuan dalam meraih kesetaraan hak dan peran di tengah masyarakat.

Dalam pidatonya, Icang Aliudin menegaskan bahwa semangat Kartini tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremonial tahunan, melainkan harus menjadi gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki kedudukan yang setara dengan laki-laki dan berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam berbagai bidang.

“Perempuan hari ini bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki peran strategis. Tidak boleh ada lagi pandangan yang merendahkan perempuan, baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan sosial,” tegas Icang dengan penuh penekanan.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejarah telah mencatat kontribusi besar perempuan dalam perjuangan bangsa. Menurutnya, semangat yang diwariskan Kartini harus terus dihidupkan sebagai inspirasi untuk mendorong perempuan Indonesia agar lebih berani, mandiri, dan berdaya saing.

Lebih lanjut, Icang menjelaskan bahwa peran perempuan kini semakin luas, tidak hanya di sektor domestik, tetapi juga merambah ke bidang pendidikan, ekonomi, sosial, hingga pemerintahan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu berkontribusi signifikan dalam pembangunan.

Namun demikian, Icang turut menyoroti masih adanya kasus intimidasi dan kekerasan terhadap perempuan. Ia menegaskan bahwa hal tersebut harus menjadi perhatian bersama, serta membutuhkan langkah konkret dari seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan adil.

Menutup amanatnya, Icang Aliudin mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan dan membuka ruang seluas-luasnya bagi mereka untuk berkembang. Ia berharap, melalui semangat Kartini, dapat terwujud masyarakat yang inklusif, berkeadilan, serta menghargai kesetaraan gender di segala lini kehidupan.

 

 

 

Boim