oleh

Warga Desa Sukamulya Gelar Longmarch Ke Gubernur Jabar, Kapolsek Rumpin Himbau Tertib dan Jaga Kesehatan

Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Puluhan warga Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, melakukan aksi longmarch menuju kantor Gubernur Jawa Barat di Bandung. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk aspirasi warga terkait konflik agraria yang hingga kini belum terselesaikan. Longmarch ini menyusul surat permohonan audiensi yang dilayangkan warga pada Kamis, 17 April 2025.

Kapolsek Rumpin, AKP Suyoko, S.H., menyampaikan imbauan kepada warga yang mengikuti longmarch untuk tetap menjaga ketertiban umum, khususnya dalam berlalu lintas selama perjalanan. Ia menegaskan bahwa aspirasi adalah hak setiap warga negara, namun penyampaiannya harus tetap mematuhi aturan hukum dan menjaga ketertiban.

“Kami mendukung warga yang ingin menyampaikan aspirasi secara damai, namun saya imbau agar tetap tertib, tidak mengganggu pengguna jalan lain, dan utamakan keselamatan selama perjalanan,” ujar AKP Suyoko saat memberikan himbauan di hadapan warga yang akan berangkat. Rabu, (9/7/2025).

Aksi longmarch tersebut diinisiasi oleh tokoh masyarakat dan perwakilan warga sebagai bentuk desakan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan agraria di Desa Sukamulya. Konflik yang berkepanjangan dinilai telah merugikan hak-hak warga atas tanah yang mereka garap selama bertahun-tahun.

Selain mengimbau menjaga ketertiban, Kapolsek Rumpin juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik. Mengingat jarak tempuh yang cukup jauh dari Rumpin ke Bandung, warga diminta membawa perlengkapan pribadi serta obat-obatan yang diperlukan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan di tengah perjalanan.

“Kami doakan semua peserta longmarch selamat sampai tujuan, dan kembali ke rumah masing-masing dengan sehat dan selamat,” tambah AKP Suyoko. Ia juga memastikan pihak kepolisian akan tetap memantau perkembangan aksi tersebut untuk menjaga kondusivitas wilayah.

Warga berharap aksi ini mampu membuka ruang dialog dengan Gubernur Jawa Barat, serta menjadi awal penyelesaian konflik agraria yang mereka alami. Mereka juga menegaskan bahwa aksi ini dilakukan secara damai dan terbuka untuk dialog, tanpa adanya unsur kekerasan maupun provokasi.

 

 

(Boim)