Kotabaru, penanews.net – Memiliki jiwa sosial dan kepedulian terhadap masyarakat belum cukup untuk memberikan pelayanan secara maksimal. Dukungan fasilitas dan perhatian dari pihak terkait juga sangat dibutuhkan, seperti yang dialami Blakar Pantai Baru Fire Rescue (PBFR).
PBFR yang beranggotakan sekitar 20 orang tersebut dibentuk karena wilayah Desa Pantai Baru, Kecamatan Pulau Laut Tengah, dinilai cukup jauh dari pemadam kebakaran induk. Namun, hingga kini tim masih menghadapi keterbatasan fasilitas penunjang.
Posko PBFR saat ini terlihat sangat sederhana. Bahkan, sebagian dinding bangunan belum tertutup sehingga menjadi kendala bagi anggota saat harus berjaga atau standby pada malam hari.
Ketua PBFR Sardi Agustina mengatakan, kondisi posko tersebut cukup berisiko, terlebih lokasinya berada di pinggir jalan poros.
“Dindingnya tidak ada, takutnya pinggir jalan poros. Biasanya anggota pulang ke rumah kalau angin kencang,” ujar Sardi.
Keterbatasan juga terjadi pada alat pelindung diri (APD). Dalam menjalankan tugas di lapangan, sejumlah anggota masih menggunakan pakaian biasa yang dinilai belum aman untuk menghadapi situasi kebakaran.
“Kami masih menggunakan pakaian biasa, dan kadang tidak menggunakan sepatu ketika turun ke lapangan karena keterbatasan APD. Aset kami saat ini hanya selang dan nosel,” tuturnya.
Sementara itu, mesin pemadam yang digunakan PBFR saat ini masih merupakan milik warga dan digunakan dengan sistem pinjam pakai.
Meski dengan berbagai keterbatasan, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para anggota PBFR untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya ketika terjadi kebakaran.
Sardi berharap, kondisi tersebut mendapat perhatian dari pihak terkait. Menurutnya, dukungan fasilitas sangat penting agar PBFR dapat menjalankan tugas dengan lebih aman dan maksimal, terlebih saat musim kemarau yang berpotensi meningkatkan kejadian kebakaran.
“Kami berharap ada perhatian khusus dari pihak terkait demi kepentingan orang banyak, apalagi saat ini sering terjadi kebakaran karena musim kemarau,” pungkasnya.
(Aswad)





