Biak Numfor, penanews.net – Papua. Sebuah lompatan sejarah besar dalam dunia teknologi antariksa Indonesia resmi dimulai dari timur. Melalui kepemimpinan dan komitmen kuat Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, SH., MM., Kabupaten Biak Numfor kini resmi melangkah ke panggung internasional sebagai lokasi pembangunan Bandar Antariksa Nasional pertama di Indonesia.
Langkah konkret ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis antara Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Pemerintah Provinsi Papua, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung Rapat DPRK Biak pada Sabtu (13/6).
Penandatanganan bersejarah ini dilakukan langsung oleh Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., dan Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen. Kerja sama ini menjadi bukti nyata kesuksesan diplomasi daerah dalam mengeksekusi Proyek Strategis Nasional (PSN) bernilai tinggi di Tanah Papua.
Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, menegaskan bahwa penandatanganan kerja sama ini menjadi bukti keseriusan seluruh jajaran pemerintah untuk membawa perubahan besar bagi masyarakat lokal.
“Apa yang dilakukan hari ini merupakan komitmen kita semua—pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten—untuk membangun daerah ini melalui proyek strategis nasional,” ujar Markus dengan optimis
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Menurutnya, kepercayaan menjadikan Biak Numfor sebagai lokasi proyek bersejarah ini adalah sebuah kehormatan besar, sekaligus bukti bahwa di bawah kepemimpinannya, Biak dinilai siap secara sosial, geopolitik, dan infrastruktur penunjang.
Langkah strategis Bupati Markus Mansnembra ini mendapat dukungan penuh dan pengawalan ketat dari Pemerintah Provinsi Papua. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan bahwa megaproyek ini memiliki korelasi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat lokal dan selaras dengan visi Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni.
“Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen mengawal proyek ini agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat adat. Proyek ini juga merupakan Solusi untuk atasi Pengangguran, dan Cetak Ilmuwan Lokal. Kami ingin kehadiran infrastruktur antariksa ini menjadi solusi konkret untuk menurunkan angka pengangguran, mengurangi kemiskinan, serta membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya bagi anak-anak daerah,” tegas Aryoko Rumaropen.
Ia juga menambahkan bahwa fasilitas peluncuran satelit dunia tersebut dipastikan akan menjadi pintu masuk utama untuk mencetak ilmuwan muda lokal dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, menyoroti posisi strategis Biak Numfor yang dinilai ideal untuk peluncuran satelit karena kedekatannya dengan garis khatulistiwa.
“Pembangunan Bandar Antariksa merupakan amanah strategis negara untuk memperkuat kemandirian Indonesia dalam akses ke antariksa. Proyek bandar antariksa ini akan banyak menguntungkan Indonesia, terutama di bidang riset satelit internasional. Jika Indonesia memiliki bandar antariksa sendiri, kita bisa melompat menjadi pemain global,” kata Prof. Arif Satria.Prof.
Arif memaparkan tiga pilar penting yang akan digerakkan oleh proyek Bandar Antariksa Biak ini:
1). Space Economy (Ekonomi Luar Angkasa): Membuka keran investasi internasional dan ekosistem industri baru yang akan memutar roda perekonomian raksasa di Biak.
2). Space Defense (Pertahanan Antariksa): Memperkuat kedaulatan, keamanan, dan pemantauan wilayah perbatasan nasional secara mandiri.
3). Space Sustainability (Keberlanjutan Luar Angkasa): Menjadi pusat riset perubahan iklim dan masa depan teknologi ramah lingkungan global.
Sebagai langkah awal di tahun 2026, proses pembangunan akan langsung tancap gas difokuskan pada perencanaan tata ruang, zonasi, serta penyiapan infrastruktur dasar. Ketersediaan pasokan listrik, jaringan internet cepat, jalan, dan akses transportasi laut serta udara menjadi prioritas utama.
Keberlanjutan proyek ini juga didorong oleh pendekatan humanis Bupati Markus Mansnembra dalam merangkul masyarakat Adat. Dengan mengalirnya dukungan dari Dewan Adat Biak dan tokoh masyarakat setempat, BRIN berkomitmen penuh untuk terus menjaga proses perencanaan yang integratif, partisipatif, dan transparan bersama pemerintah daerah.
Melalui sinergi kokoh yang diinisiasi oleh Bupati Biak Numfor ini, generasi muda Papua dipastikan tidak hanya akan menjadi penonton, melainkan tampil sebagai aktor utama dan subjek inovasi teknologi antariksa dunia.
(Fian/Olin)











