oleh

Di Ujung Jalan, Rindu Dari Kejauhan

Di ujung sebuah jalan yang lengang, seorang laki-laki berdiri seorang diri. Langkahnya terhenti tepat di batas aspal yang memanjang jauh ke depan, seolah jalan itu menjadi saksi bisu atas penantiannya. Senja mulai turun perlahan, meninggalkan semburat jingga yang menggantung di langit, sementara angin berembus pelan menyentuh wajahnya yang sarat harap.

Matanya menatap lurus ke kejauhan. Bukan sekadar memandang kosong, tetapi seakan mencari sosok yang telah lama mengisi ruang di hatinya. Di antara lalu lalang kendaraan dan debu yang beterbangan, ia membayangkan kehadiran seorang kekasih yang kini terpisah jarak dan waktu. Rindu itu tumbuh diam-diam, mengakar kuat dalam dada.

Setiap sore, ia kembali ke tempat yang sama. Ujung jalan itu menjadi ruang kenangan, tempat ia terakhir kali melepas kepergian perempuan yang dicintainya. Janji untuk kembali masih terngiang jelas, namun waktu berjalan tanpa kepastian. Meski demikian, ia tetap berdiri teguh, menggenggam harapan seperti menggenggam cahaya kecil di tengah gelap.

Bagi orang lain, mungkin ia hanya terlihat seperti seseorang yang menunggu angkutan atau sekadar menikmati senja. Namun di balik tatapannya yang tenang, tersimpan gelombang rasa yang tak sederhana. Ada doa yang lirih terucap, ada harap yang tak pernah benar-benar padam.

Rindu mengajarkannya tentang kesabaran. Ia belajar bahwa mencintai bukan hanya tentang bersama, tetapi juga tentang setia menanti. Di ujung jalan itu, ia berdamai dengan jarak. Ia memahami bahwa cinta sejati tidak selalu menuntut kehadiran, tetapi percaya pada kepulangan.

Langit perlahan berubah gelap, lampu-lampu jalan mulai menyala satu per satu. Ia menarik napas panjang, sebelum akhirnya melangkah pulang dengan hati yang masih penuh rindu. Namun sebelum pergi, ia sempat menoleh sekali lagi ke arah yang sama—ke kejauhan yang menyimpan wajah yang ia cintai.

Dan esok hari, mungkin ia akan kembali berdiri di sana. Di ujung jalan yang sama, dengan rindu yang tak pernah berbeda.

 

 

#kataboim