oleh

Kecamatan Rumpin Gelar Panen Jagung Hasil Penelitian Bersama BRIN dan UGM

Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Kelompok Tani Harapan Maju Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, melaksanakan kegiatan panen jagung hasil penelitian kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (29/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari program penelitian untuk mengkaji efektivitas penyerapan unsur selenium oleh tanaman jagung.

Sekretaris Camat Rumpin, Muhammad soleh, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa panen ini merupakan langkah nyata dari kolaborasi antara petani lokal dengan lembaga riset nasional dan perguruan tinggi. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa kemitraan antara kelompok tani dan institusi riset dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pertanian,” ujarnya.

Menurut Muhammad. Soleh, penelitian ini fokus pada pemahaman sejauh mana tanaman jagung dapat menyerap unsur selenium dari tanah, yang diketahui memiliki manfaat dalam meningkatkan nilai gizi hasil panen serta potensi ketahanan tanaman terhadap penyakit. Hal ini menjadi perhatian khusus dalam upaya pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut.

Kelompok Tani Harapan Maju sendiri merupakan salah satu kelompok tani binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) IV Leuwiliang, dengan komoditas utama berupa jagung. Kelompok ini telah aktif mengembangkan pertanian berbasis teknologi dan riset sejak beberapa tahun terakhir.

Panen jagung kali ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi momentum penguatan semangat petani dalam mengembangkan pertanian modern. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari BRIN, UGM, dan Dinas Pertanian Kabupaten Bogor.

Pemerintah Kecamatan Rumpin mendukung penuh inisiatif-inisiatif riset yang dilakukan kelompok tani di wilayahnya. M. Soleh menyebutkan bahwa ke depan Kecamatan Rumpin diproyeksikan sebagai salah satu sentra produksi jagung hibrida di Kabupaten Bogor, seiring meningkatnya potensi lahan dan kualitas sumber daya petani.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan petani, diharapkan Kecamatan Rumpin mampu menjadi contoh dalam pengembangan pertanian berbasis inovasi dan teknologi. Panen kali ini menjadi bukti bahwa sinergi antar pihak mampu menghasilkan dampak positif bagi kemajuan sektor pertanian di daerah.

 

 

 

(Boim)