Subang. Penanews.net _ Jawa Barat Berawal dari keseharian sebagai seorang montir, Jajang Supriadi kini memantapkan langkah untuk terjun ke dunia pemerintahan desa. Pria yang selama ini dikenal dekat dengan aktivitas masyarakat tersebut menyatakan tekadnya untuk mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kumpay 2026.
Keputusan Jajang untuk maju sebagai calon kepala desa bukan sekadar ambisi untuk menduduki sebuah jabatan. Baginya, menjadi kepala desa merupakan kesempatan untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus ikut mendorong Desa Kumpay agar berkembang dan memiliki daya saing.
Kesehariannya sebagai montir membuat Jajang cukup akrab dengan berbagai lapisan masyarakat. Bengkel bukan hanya menjadi tempat memperbaiki kendaraan, tetapi juga ruang bertemu dan berkomunikasi dengan warga. Dari interaksi tersebut, ia mengaku banyak mendengar cerita, keluhan, sekaligus harapan masyarakat mengenai kondisi desa.
Menurut Jajang, pengalaman bergaul dengan masyarakat menjadi salah satu modal penting apabila dirinya benar-benar dipercaya untuk memimpin Desa Kumpay.
“Selama ini saya memang bekerja sebagai montir. Dari pekerjaan itu saya banyak bertemu dengan masyarakat. Saya bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan warga,” ujar Jajang saat di wawancarai pada Rabu (19/8/2026).
Ia menilai seorang kepala desa tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif. Pemimpin desa juga harus mampu turun langsung, mendengarkan masyarakat, serta memahami persoalan yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, jika mendapat amanah dari masyarakat, Jajang ingin membangun pola kepemimpinan yang lebih terbuka. Menurutnya, pemerintah desa harus menjadi tempat masyarakat menyampaikan aspirasi, bukan justru menjadi lembaga yang terasa jauh dari warganya.
Jajang juga ingin pembangunan Desa Kumpay tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan potensi desa juga menjadi bagian penting dalam membangun desa.
Sebagai seorang montir, Jajang memahami bahwa ekonomi masyarakat harus terus bergerak. Ia melihat sektor usaha kecil dan keterampilan masyarakat memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Jika dikelola secara serius, potensi tersebut dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi desa.
“Pembangunan jangan hanya soal jalan atau bangunan. Masyarakat juga harus ikut berkembang. UMKM, usaha warga, pemuda, dan potensi desa harus mendapatkan perhatian,” katanya.
Jajang menyadari bahwa mencalonkan diri sebagai kepala desa bukan perkara mudah. Seorang calon kepala desa harus memiliki kesiapan mental, gagasan, serta kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Namun, hal tersebut tidak menyurutkan niatnya. Justru latar belakang sebagai masyarakat biasa menjadi kekuatan tersendiri bagi Jajang. Ia ingin menunjukkan bahwa siapa pun yang memiliki kepedulian dan kemauan mengabdi memiliki kesempatan untuk ikut membangun desa.
Baginya, menjadi kepala desa bukan tentang siapa yang paling kuat secara politik, melainkan siapa yang mampu mendapatkan kepercayaan masyarakat dan kemudian mempertanggungjawabkan amanah tersebut.
“Kalau masyarakat memberikan kepercayaan, tentu itu menjadi tanggung jawab besar. Saya ingin bekerja dan mengabdi untuk masyarakat, bukan hanya mengejar jabatan,” tuturnya.
Jajang pun mulai mempersiapkan diri menghadapi Pilkades Kumpay 2026. Selain memperkuat komunikasi dengan masyarakat, ia mengaku terus menggali berbagai persoalan yang ada di Desa Kumpay. Hal tersebut dilakukan agar ketika nantinya dipercaya memimpin, program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia berharap pesta demokrasi desa nantinya berlangsung secara sehat, aman, dan penuh kekeluargaan. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan hal biasa dalam demokrasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh masyarakat tetap menjaga persatuan setelah proses pemilihan selesai.
“Siapa pun yang nantinya terpilih harus kita dukung bersama. Pilkades jangan sampai membuat masyarakat terpecah. Setelah pemilihan selesai, kita tetap warga Kumpay dan harus bersama-sama membangun desa,” ungkapnya.

Dengan latar belakang sebagai montir dan pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat, Jajang Supriadi kini membawa satu tekad: mencoba memberikan warna baru dalam kepemimpinan Desa Kumpay.
Pilkades 2026 pun menjadi momentum bagi Jajang untuk menawarkan gagasan dan pengabdian kepada masyarakat. Dari bengkel tempat ia biasa bekerja, kini ia bersiap melangkah ke ruang pengabdian yang lebih luas.
Bagi Jajang, perjalanan tersebut bukan tentang mengubah profesi semata, tetapi tentang memperluas ruang pengabdian. Dari memperbaiki kendaraan masyarakat, ia kini ingin ikut “memperbaiki” berbagai persoalan desa melalui gagasan, kerja nyata, dan kedekatan dengan warga.
Jika nantinya masyarakat Kumpay memberikan kepercayaan, Jajang ingin menjadikan amanah tersebut sebagai kesempatan untuk membangun desa secara bersama-sama. Sebab baginya, kemajuan Desa Kumpay tidak mungkin dicapai seorang diri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.







