Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Pemerintah Desa Kertajaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, menggelar Rembuk Stunting pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menjadi forum koordinasi untuk membahas langkah pencegahan stunting sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
Rembuk Stunting tersebut difokuskan pada upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pelayanan kesehatan sejak masa kehamilan. Melalui forum ini, berbagai unsur yang terlibat diharapkan dapat menyamakan persepsi dan merumuskan langkah prioritas sesuai kebutuhan masyarakat Desa Kertajaya.
Kepala Desa Kertajaya, Rudy Jaya, menegaskan bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen dan tindakan nyata dari seluruh pihak. Ia menyampaikan bahwa pemerintah desa akan terus mendorong upaya pencegahan melalui dukungan terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu.
“Stunting bukan persoalan yang bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan keluarga. Kami ingin Rembuk Stunting ini menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar kegiatan seremonial. Setiap usulan dan kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian agar upaya pencegahan dapat dilaksanakan secara terarah dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga,” tegas Rudy Jaya.
Menurut Rudy, keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah risiko stunting. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pemenuhan gizi anak, menjaga kebersihan lingkungan, serta memanfaatkan pelayanan kesehatan secara rutin. Ia juga menekankan pentingnya peran kader posyandu dalam membantu pemantauan tumbuh kembang balita dan memberikan edukasi kepada orang tua.
Sementara itu, Jamilah, bidan Desa Kertajaya yang juga mewakili Puskesmas Cicangkal, menjelaskan bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak memasuki periode pertumbuhan. Upaya tersebut meliputi pemeriksaan kehamilan secara berkala, pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, pemberian makanan pendamping ASI sesuai usia, serta pemantauan berat dan tinggi badan anak secara rutin.
“Pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini dan berkelanjutan. Ibu hamil perlu rutin memeriksakan kondisi kehamilannya, sementara orang tua harus memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sesuai usianya. Kami mengimbau masyarakat agar aktif membawa balita ke posyandu supaya pertumbuhan dan kondisi kesehatannya dapat dipantau secara berkala. Jika ditemukan masalah, penanganan dapat segera dikoordinasikan dengan tenaga kesehatan,” ujar Jamilah.
Melalui Rembuk Stunting ini, Pemerintah Desa Kertajaya berharap terbangun koordinasi yang lebih kuat dalam menentukan prioritas program pencegahan stunting. Kegiatan tersebut dihadiri para kader posyandu, Tim Penggerak PKK, ketua RT dan RW, kepala dusun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tamu undangan lainnya. Sinergi seluruh unsur tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keluarga, memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Boim





