Biak Oridek/Wadibu, – Pemeriksaan klinis proaktif yang digelar Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Puskesmas Marau mengungkap kedaruratan kesehatan lansia di Kampung Wadibu, Distrik Oridek, kabupaten Biak Numfor, provinsi Papua, pada Rabu (19/08/2026). Berdasarkan data skrining langsung di lapangan, ditemukan fakta transparan bahwa hampir sebagian lansia di wilayah tersebut mengidap hipertensi dengan tekanan darah di atas 160 mmHg, serta ada 1 orang lansia memiliki kadar gula darah sewaktu yang melebihi ambang batas normal.
Kegiatan posyandu dan penimbangan lansia ini dilaksanakan secara berkala dengan tujuan menjaring, membina, serta memantau langsung status kesehatan fisik warga senior agar tidak hanya berdiam diri di rumah. Berdasarkan data sekunder penapisan, total keseluruhan lansia yang terdata di Kampung Wadibu sebanyak 70 orang, namun yang hadir saat ini untuk diperiksa sebanyak 20 orang, Dalam implementasinya, tim medis melakukan serangkaian pemeriksaan klinis secara transparan, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan tekanan darah, hingga uji kadar gula darah sewaktu.
Dalam keterangan resminya, dr. Lia Yarangga menegaskan pentingnya intervensi langsung ini untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular yang sering kali diabaikan oleh warga.
“Kegiatan posyandu lansia ini merupakan agenda rutin yang kami rancang secara berkala di 14 kampung di Distrik Oridek. Tujuannya adalah melakukan pemantauan klinis proaktif agar status kesehatan warga senior terdata secara transparan. Berdasarkan skrining langsung di Kampung Wadibu terhadap total 70 lansia yang terdata, namun dari 20 lansia yang hari ini kami periksa, kami menemukan kedaruratan kesehatan yang cukup signifikan, di mana hampir 80 persen di antaranya mengidap hipertensi dengan tekanan darah di atas 160 mmHg, serta ada lonjakan kadar gula darah sewaktu yang melebihi ambang batas normal hingga mencapai angka 331 mg/dL pada salah satu pasien,” ujar dr. Lia Yarangga.
Ia menambahkan bahwa penapisan langsung di lapangan ini krusial untuk menjaring komorbiditas tersembunyi, termasuk deteksi dini gejala katarak dan pterigium selaput okular yang tumbuh menuju kornea hitam pada beberapa pasien lansia. Seluruh data klinis yang dihimpun ini akan dijadikan basis rujukan intervensi untuk program pengobatan gratis maupun tindakan operasi lebih lanjut bagi pasien yang bersedia.
Merespons hasil temuan klinis dan pelaksanaan kegiatan tersebut, Kepala Kampung Wadibu, Arie Lemi. Ansek, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian pelayanan kesehatan yang diberikan di wilayahnya.

“Kami atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kampung Wadibu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, khususnya Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Marau. Apresiasi dan rasa terima kasih secara langsung juga kami sampaikan kepada dr. Lia Yarangga beserta seluruh tim medis yang telah bertugas dengan luar biasa hari ini untuk memeriksa orang tua kami. Tidak lupa, terima kasih banyak kepada Ketua Kader Posyandu, Ibu Lowisa Penina Rumparmpam, beserta para kader yang telah bekerja keras mempersiapkan segala sesuatunya demi kelancaran kegiatan ini,” ungkap Arie Lemi. Ansek.
Lebih lanjut, Arie Lemi Ansek mengajak warga Kampung Wadibu untuk terus bergandeng tangan, bersatu padu membangun kampung yang dicintai, serta selalu menjaga keharmonisan, keamanan, dan kerukunan antar sesama warga.

Senada dengan Kepala Kampung, Ketua Kader Posyandu Kampung Wadibu, Lowisa Penina Rumparmpam, turut menyampaikan rasa syukur dan memberikan kalimat penyemangat kepada rekan-rekan sejawatnya yang telah mendampingi jalannya penapisan klinis.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih yang mendalam kepada dr. Lia Yarangga beserta seluruh tim medis yang sudah turun langsung ke lapangan hari ini. Kehadiran tim medis sangat membantu kami dalam memantau kesehatan bapak dan mama lansia di Wadibu secara akurat. Kepada seluruh teman-teman kader posyandu Kampung Wadibu, mari kita tetap semangat, solid, dan tulus dalam melayani masyarakat. Kerja keras kita hari ini adalah bukti kepedulian nyata untuk kesehatan generasi tua di kampung kita,” pungkas Lowisa Penina Rumparmpam.
Sebagai langkah intervensi berkelanjutan atas temuan klinis tersebut, dr. Lia Yarangga mengonfirmasi bahwa melalui sinergi bersama Pemerintah Kampung Wadibu dan para kader, seluruh data klinis ini akan ditindaklanjuti secara intensif melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di puskesmas, yang diimbangi dengan edukasi pola hidup serta rujukan medis yang tepat sasaran. Rangkaian penapisan kesehatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga keterbukaan data dan keberlanjutan layanan posyandu lansia secara berkala setiap bulan.









