oleh

Pemerintah Desa Mekarsari Gelar Penyuluhan dan Pelatihan Kesehatan dalam Rangka Rembuk Stunting Tahun 2025

Bogor, penanews.net _ Jawa Barat. Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan dalam rangka Rembuk Stunting Tahun 2025. (11/6).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini, khususnya pada balita dan ibu hamil.

Kegiatan yang berlangsung di aula desa tersebut menghadirkan Sengki Haivan, Tenaga Ahli Bidang Pelayanan Sosial Dasar Kabupaten Bogor, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa salah satu faktor utama penyebab stunting adalah kekurangan gizi, pola asuh yang tidak tepat, dan lingkungan yang tidak sehat. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.

“Masalah stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah saja, perlu ada kesadaran kolektif dari masyarakat. Lingkungan yang tidak sehat, seperti air yang tercemar dan pengelolaan limbah rumah tangga yang buruk, dapat membuat anak-anak sering sakit dan pertumbuhannya terganggu,” ujar Sengki Haivan dalam penyuluhan tersebut.

Sengki juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor, hingga ke tingkat desa dan kelurahan, telah mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan stunting. Namun, tantangan terbesarnya adalah membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan kesehatan. Ia juga menyoroti masih maraknya pernikahan usia muda yang berisiko tinggi melahirkan anak dengan potensi stunting.

Sementara itu, Bidan Desa Mekarsari, Dewi Ratna Dumilah, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini rutin dilakukan sebagai bentuk upaya berkelanjutan. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 terdapat tujuh kasus stunting di desa Mekarsari, dan saat ini tersisa tiga kasus yang masih dalam penanganan intensif. “Kami memberikan perhatian khusus dengan pemeriksaan menyeluruh dan pemberian makanan bergizi,” jelasnya.

Kepala Desa Mekarsari, Hendrik, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung program nasional penurunan angka stunting. Ia menilai kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan, mulai dari kader posyandu, tenaga medis, hingga peran aktif orang tua dalam menjaga kesehatan keluarga.

Melalui penyuluhan ini, para peserta diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya gizi seimbang, cara mengasuh anak dengan benar, serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Hendrik berharap masyarakat Mekarsari semakin sadar bahwa pencegahan stunting adalah investasi jangka panjang untuk generasi masa depan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Desa Mekarsari, Aiptu Ateng Nasuta, Pendamping Lokal Desa, serta para kader Posyandu, TP-PKK, Ketua RT/RW, dan aparatur pemerintah desa. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam menanggulangi stunting secara terpadu dan menyeluruh.

Dengan penyuluhan dan pelatihan ini, Pemerintah Desa Mekarsari berharap masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan anak dan keluarga, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, bebas dari stunting.

 

 

(Boim)